Katabrita – Kas titipan tidak hanya menjadi mekanisme teknis pengelolaan uang, tetapi juga bagian penting dari sistem pembayaran yang menjamin ketersediaan uang tunai berkualitas di seluruh penjuru negeri.
Di Sangihe, Bank Indonesia menekankan tiga fungsi utama yang dijalankan kas titipan secara berkelanjutan.
Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, menyampaikan bahwa selain program kas titipan, Bank Indonesia juga memiliki program Rupiah Berdaulat yang menyasar daerah 3T, yaitu Terdepan, Terluar, dan Tertinggal.
“Kita berupaya hadir disetiap pelosok negeri. Kita sadar bahwa sekarang ini eranya untuk cashless, tetapi kita menyadari bahwa cash itu masih dibutuhkan oleh masyarakat, apalagi dari sisi infrastruktur belum merata, otomatis cash masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut Joko menyampaikan bahwa ada Tiga hal terkait dengan kas titipan, yang pertama adalah fungsi utama.
Perpanjangan kas titipan Tahuna berklasifikasi, dari komitmen Bank Indonesia juga Bank pengelola kas titipan, yakni BRI, BNI dan BSG.
“Ini komitmen kita bersama untuk menjaga kelancaran dari sistem pembayaran tunai di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini,” kata Joko
Adapun fungsi dari kas titipan menurut Joko yang pertama memastikan ketersediaan uang tunai dimana Bank terdaftar dapat melakukan penarikan ke kas titipan untuk mengisi persediaan uang tunai.
Ke dua menjaga kualitas uang. Kualitas uang patut dijaga terkait juga dengan kesehatan, semakin lecek semakin kumannya banyak.
“Uang yang bagus sebagai tanda kedaulatan RI di wilayah manapun,” kata Joko yang mengaku baru pertama kali melakukan perjalanan laut selama 8 jam.
Ke tiga agar bisa memenuhi kebutuhan uang tunai secara tepat dan efisien dari pada menunggu kiriman langsung dari Manado, sehingga kas titipan ini sangat membantu kebutuhan semuanya.
(*/in)
