Katabrita – Upaya menjaga stabilitas harga dan mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah kembali diperkuat lewat High Level Meeting (HLM) yang digelar di kawasan Pantai Arangac, Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, pada Jumat, (2/5) 2025.
Kegiatan ini melibatkan Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Pertemuan dipimpin Penjabat Bupati Kepulauan Talaud, Fransiscus E. Manumpil, dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Andry Prasmuko, bersama jajaran terkait, termasuk perwakilan Bank SulutGo.
Dalam arahannya, Andry Prasmuko menekankan pentingnya memperkuat kemandirian pangan Talaud yang selama ini sangat bergantung pasokan dari luar daerah. Ia mencontohkan kebutuhan bawang merah dan bawang putih masih didatangkan dari Manado, dengan distribusi yang rawan terganggu cuaca.
“Ketahanan pangan Talaud harus diperkuat dengan mengoptimalkan produksi lokal agar tidak terlalu bergantung dari luar daerah,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Pj Bupati Fransiscus Manumpil menyoroti perlunya mendorong komoditas yang sesuai kondisi geografis Talaud, seperti cabai rawit. Ia juga menegaskan pentingnya penanaman mandiri di tingkat rumah tangga.
“Distribusi juga perlu mendapat perhatian. Frekuensi kapal harus ditingkatkan agar pasokan kebutuhan masyarakat tidak terhambat,” kata Manumpil.
Dari sisi digitalisasi, Talaud menunjukkan perkembangan positif. Peringkat TP2DD Talaud dalam ajang Championship 2024 naik signifikan, dari posisi 49 pada 2023 menjadi 31 pada 2024. Namun, percepatan transformasi digital masih memerlukan penguatan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemimpin Divisi Pengembangan Bisnis dan Jaringan Bank SulutGo, Jimmy Alexander, menjelaskan pihaknya sudah menyediakan layanan penunjang seperti Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), mobile banking, hingga teller bank. Bank Indonesia pun mendorong kerja sama lebih erat antara TP2DD Talaud dan Bank SulutGo untuk mengoptimalkan kanal pembayaran serta memperluas edukasi dan koordinasi lintas instansi.
HLM ini turut dirangkaikan dengan berbagai seremoni, mulai dari penyerahan smart green house dan sumur bor bagi Kelompok Tani Rajawali di Desa Essang Selatan, hingga penyerahan simbolis Kartu Kredit Indonesia (KKI) kepada Pemkab Talaud. Selain itu, Bank SulutGo menyerahkan dividen 2024 kepada Pemkab Talaud dan memberikan apresiasi kepada tiga desa—Binalang, Ambia, dan Kordakel—atas komitmen pembayaran pajak tercepat melalui kanal non-tunai.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan perangkat penunjang akses internet kepada Tim Penggerak PKK Kecamatan Khusus Miangas.
Melalui sinergi ini, Bank Indonesia berharap penguatan ketahanan pangan dan digitalisasi keuangan daerah dapat berjalan beriringan untuk mendukung stabilitas ekonomi di Kabupaten Kepulauan Talaud.
(*/in)
