Katabrita – Pembangunan gedung baru TK Negeri Kalu Manandang di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, menuai apresiasi dari Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali. Ia menyebut langkah PT PLN (Persero) membangun sekolah berbasis material daur ulang plastik sebagai terobosan positif yang sejalan dengan prioritas pembangunan pendidikan di daerahnya.
Gedung sekolah yang diresmikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli ini dibangun menggunakan ecoblock dari olahan 2,2 ton sampah botol plastik. Selain ramah lingkungan, pembangunan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan fasilitas belajar permanen yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.
“Pemanfaatan sampah plastik untuk membangun sekolah adalah langkah luar biasa yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan kami, sekaligus menjadi prioritas dalam pembangunan pendidikan. TK ini sangat berarti bagi masa depan anak-anak di Sumba Timur,” kata Bupati Umbu Lili Pekuwali.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menjelaskan, proyek ini tidak hanya sekadar membangun sekolah, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. “Pembangunan TK Kalu Manandang adalah wujud nyata kolaborasi multipihak, yang menghubungkan dunia pendidikan dengan inovasi pengelolaan sampah plastik,” ungkapnya.
Dengan hadirnya sekolah permanen ini, anak-anak di Sumba Timur kini memiliki fasilitas belajar yang lebih layak, lengkap dengan ruang kelas, toilet, serta sarana belajar modern. PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan daerah.
(*/in)
