Katabrita – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara tidak hanya membina UMKM, tetapi juga menyiapkan ekosistem lengkap agar pelaku usaha bisa tumbuh dari skala lokal hingga menembus pasar global. Melalui program PATUA WANUA, BI meramu strategi pendampingan end-to-end yang menyentuh langsung kebutuhan UMKM.
Kepala Perwakilan BI Sulut menjelaskan, PATUA merupakan singkatan dari Petani Unggulan Sulut, sementara WANUA adalah Wirausaha Unggulan Sulut. Keduanya digabung dalam satu rangkaian pembinaan sejak 2020, mencakup sektor makanan-minuman, kerajinan, fashion, hingga kelompok tani pangan strategis.
“Program ini tidak hanya memberi pelatihan, tetapi membimbing UMKM dari hulu ke hilir. Mulai dari rekrutmen, kurasi, in-class training, business matching, promosi perdagangan, sampai studi visit ke pelaku usaha champion,” sebutnya dalam data tertulis kepada katabrita.
Program tersebut dijalankan dengan pendekatan tiga pilar pengembangan UMKM BI: penguatan korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan. Di lapangan, bentuknya beragam, mulai dari fasilitasi koperasi alumni PATUA, legalitas usaha dan sertifikasi halal, hingga business matching dengan perbankan, retail modern, dan aggregator ekspor.
“Dengan kerangka ini, kami ingin memastikan UMKM Sulut tidak berjalan sendiri. Mereka mendapat ilmu, jaringan, sekaligus peluang pasar. Harapannya, semakin banyak UMKM yang naik kelas dan berdaya saing,” tambahnya.
(*/in)
