Katabrita — Anggota DPRD Sulawesi Utara, Amir Liputo, meminta Bank Sulut Gorontalo (BSG) memperkuat langkah efisiensi operasional di tengah situasi fiskal yang diprediksi semakin ketat pada 2026. Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2026, Jumat (14/11) 2025.
Menurut Amir, efisiensi di tubuh BSG penting dilakukan untuk membantu pemerintah daerah menghadapi dampak pemangkasan Dana Transfer ke Daerah pada tahun depan. Ia menegaskan bahwa BSG sebagai bank daerah harus selaras dengan kebijakan penghematan yang kini menjadi keharusan bagi seluruh perangkat daerah maupun BUMD.
“Kami minta BSG juga melakukan penghematan operasional,” tegasnya.
Amir mencontohkan salah satu bentuk efisiensi yang perlu diperhatikan, yakni struktur sekretariat di level komisaris dan direksi. Ia menilai posisi sekretaris tidak harus disediakan satu per orang, karena hal itu dapat membebani biaya operasional tanpa urgensi yang kuat.
“Misalnya, sekretaris tidak harus satu untuk tiap komisaris atau direksi. Struktur ini bisa dirampingkan agar lebih efisien,” katanya.
Ia menambahkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap pos-pos pengeluaran perlu dilakukan, namun tetap menjaga kualitas layanan kepada masyarakat dan kinerja perusahaan. Amir berharap BSG dapat memaksimalkan peran sebagai bank daerah yang tidak hanya melayani sektor keuangan, tetapi juga mendukung stabilitas fiskal dan pembangunan daerah.
Rapat tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan APBD 2026 yang menekankan pentingnya efisiensi, realisme anggaran, serta fokus pada program-program prioritas yang berdampak langsung bagi publik.
(*/in)
