Katabrita – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk nasional dalam kondisi aman serta distribusi tetap berjalan stabil guna mendukung ketahanan pangan di tengah dinamika geopolitik global.
Regional CEO 4 PT Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, menyampaikan bahwa stok pupuk saat ini berada dalam kondisi aman hingga lima minggu ke depan. Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak terdampak situasi global dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan bagi petani di seluruh Indonesia.
“Stok pupuk aman dan distribusi tetap berjalan dengan baik. Ini penting untuk memastikan aktivitas pertanian tidak terganggu, termasuk di tengah dinamika global,” ujarnya dalam kegiatan media gathering.
Ia menambahkan, Pupuk Indonesia terus memastikan ketersediaan pupuk hingga ke daerah, termasuk wilayah Indonesia Timur, melalui sistem distribusi yang terintegrasi dan terpantau secara nasional.
Sebagai holding industri pupuk nasional, PT Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun yang didukung oleh lima pabrik utama, yakni Pupuk Iskandar Muda di Aceh, Pupuk Sriwijaya Palembang, Pupuk Kujang di Karawang, Petrokimia Gresik, serta Pupuk Kalimantan Timur di Bontang. Kapasitas ini menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan pupuk nasional, termasuk pupuk bersubsidi.
Dari sisi distribusi, perusahaan didukung infrastruktur yang luas dan terintegrasi. Tercatat lebih dari 500 gudang dengan kapasitas jutaan ton, didukung jaringan logistik yang mencakup ratusan rute kapal laut, lebih dari seribu jalur distribusi truk, serta jalur kereta api. Selain itu, terdapat lebih dari 26 ribu titik penyaluran pupuk resmi yang menjangkau hingga tingkat daerah.
Untuk memperkuat efektivitas distribusi, Pupuk Indonesia juga memanfaatkan sistem digital terintegrasi, seperti aplikasi iPubers dan command center. Sistem ini memungkinkan pemantauan distribusi secara real time, mulai dari gudang hingga ke kios atau pengecer, sehingga penyaluran dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Dalam mendukung penyaluran pupuk subsidi, perusahaan menjalankan penugasan pemerintah (Public Service Obligation/PSO) dengan mengacu pada alokasi yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Penyaluran dilakukan berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diusulkan petani melalui kelompok tani dan diverifikasi secara berjenjang.
Pemerintah juga telah melakukan berbagai penyempurnaan tata kelola pupuk subsidi, termasuk penyederhanaan regulasi serta kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk pada 2025. Kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan daya beli petani sekaligus mendorong produktivitas dan percepatan swasembada pangan nasional.
Pupuk Indonesia menegaskan akan terus memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan sistem pengawasan, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis seperti Indonesia Timur. Berbagai upaya dilakukan agar penyaluran pupuk tetap berjalan optimal, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan jaringan internet di sejumlah daerah.
Dengan dukungan infrastruktur yang kuat serta sistem distribusi yang terintegrasi, Pupuk Indonesia optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan pupuk sekaligus memperkuat peran petani sebagai ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan media gathering tersebut antara lain SM Pendukung Regional 4 Eko Winarto, SM Regional Heru Sofyan Firmansyah, serta SM Regional 4B Endang Wulandari.
(in)
