Katabrita – Hari terakhir Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Mujizat dan Kesembuhan bertajuk “Waktunya Sudah Dekat” berlangsung penuh hadirat Tuhan di Lapangan Sparta Tikala, Rabu (30/4) 2026.
Ribuan warga Kota Manado dan sekitarnya dari berbagai denominasi gereja terlihat memadati lokasi kegiatan. Meskipun sebagian terlihat harus duduk lesehan di atas rumput, jemaat tetap setia mengikuti ibadah hingga selesai.
Suasana ibadah berlangsung penuh pengurapan dan sukacita, dengan jemaat yang tampak tekun menikmati hadirat Tuhan disetiap setiap rangkaian acara.

Pelayanan firman Tuhan pada malam penutupan ini disampaikan oleh Ps. Franky Rewah, gembala GPDI HOS Palu.
Dalam khotbahnya yang diambil dari Kitab Wahyu 1:3, ia mengingatkan bahwa kedatangan Tuhan Yesus Kristus sudah dekat, sehingga yang hadir diajak untuk hidup benar dan menjaga kekudusan.
“Waktunya sudah dekat. Torang harus hidup benar, jangan lagi hidup sembarangan. Mari sungguh-sungguh cari Tuhan,” ujarnya di hadapan jemaat.
Ia juga mengajak jemaat untuk meninggalkan kebiasaan yang tidak baik, menjaga hati, setia dalam keluarga, serta aktif dalam ibadah dan pelayanan.

Usai penyampaian firman, ibadah dilanjutkan dengan doa kesembuhan. Ps. Rewah turun langsung dari panggung untuk mendoakan jemaat yang datang dengan berbagai pergumulan, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Suasana haru terlihat saat jemaat merasakan jamahan rohani. Sejumlah jemaat tampak tersentuh, bahkan meneteskan air mata dalam doa.
KKR yang berlangsung selama empat hari, sejak 27 hingga 30 April 2026 ini, diselenggarakan oleh Yayasan Kairos Pelita Hati melalui Suara Kabar Baik Tinavel (SKB Tinavel).
Sejumlah hamba Tuhan turut melayani dalam kegiatan ini, di antaranya Ps. Risuli Lubis, Ps. Debby Basjir, Ps. Gladys F. Tuwoh, Ps. Harly C.H. Wuysang, Ev. Jason Irwan, dan Ps. Vriego Sopley.
Ketua panitia, Pdm. Ronald Palealu, berharap kegiatan ini dapat membawa dampak rohani bagi masyarakat.
“Kiranya lewat KKR ini, torang semua makin dikuatkan dalam iman dan semakin dekat dengan Tuhan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momen rohani sesaat, tetapi juga membawa perubahan dalam kehidupan jemaat sehari-hari, khususnya bagi warga Kota Manado.
(*/in)
