May Day 2026 di TKB Manado Berlangsung Damai, Diwarnai Aksi Sosial dan Sorotan Isu Ketenagakerjaan

Berita, Manado504 Dilihat

Katabrita – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Manado berlangsung dalam suasana damai dan tertib. Kegiatan yang dipusatkan di Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Senin (4/5) 2026, tak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga diwarnai berbagai aksi sosial yang melibatkan para pekerja.

Sejak pagi hari, sekitar 1.500 buruh dari enam konfederasi memadati lokasi kegiatan dengan penuh semangat kebersamaan. Para peserta hadir dengan atribut masing-masing, namun tetap menjaga ketertiban sehingga seluruh rangkaian acara berjalan kondusif.

Peringatan May Day tahun ini dikemas lebih humanis. Para peserta terlibat dalam kegiatan bersih lingkungan, donor darah, serta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan panitia. Selain itu, program sembako murah turut membantu para buruh dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, hadir bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sebagai bentuk dukungan terhadap peringatan May Day yang berlangsung aman dan kondusif.

Ketua panitia, Lucky Sanger, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan memiliki makna historis yang kuat bagi kaum buruh.

Ia menuturkan, May Day dalam sejarahnya merupakan simbol perjuangan buruh untuk memperoleh hak-hak dasar. Di masa kini, peringatan tersebut menjadi ruang refleksi atas kondisi ketenagakerjaan yang terus berkembang.

“Tantangan baru dialami para buruh di era saat ini. Hal ini perlu kita suarakan, karena berbagai persoalan membutuhkan perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pekerja, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merespons dinamika ketenagakerjaan, guna menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Tommy Sampelan, turut menyoroti sejumlah isu ketenagakerjaan, khususnya nasib pekerja tambang rakyat di Sulawesi Utara.

Menurutnya, pekerja tambang rakyat memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, ia menekankan pentingnya jaminan dan perlindungan dari pemerintah bagi para pekerja di sektor tersebut.

“Pekerja tambang rakyat memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi daerah, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak,” tegasnya.

Aparat keamanan turut disiagakan di sekitar lokasi untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. Hingga seluruh rangkaian acara berakhir, situasi tetap aman dan terkendali.

Dengan suasana yang damai serta kegiatan yang memberi manfaat langsung, peringatan May Day 2026 di Manado menjadi contoh bahwa aspirasi buruh dapat disampaikan secara tertib, sekaligus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat luas.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *