Katabrita – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulawesi Utara menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (5/5/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi yang menyentuh isu nasional maupun daerah.
Aksi berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian. Para mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah, mulai dari sektor pendidikan, kebebasan akademik, hingga perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Mereka juga menyampaikan sikap terkait sejumlah program pemerintah yang dianggap perlu dievaluasi, termasuk meminta kejelasan terhadap kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Aspirasi para mahasiswa diterima langsung oleh Anggota DPRD Sulut, yakni Raski Mokodompit, Piere Makisanti, dan Hillary Tuwo.
Dalam kesempatan tersebut, Raski Mokodompit menegaskan bahwa DPRD menghargai penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa sebagai bagian dari proses demokrasi.
Menurutnya, seluruh tuntutan yang disampaikan telah diterima secara resmi dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Beberapa poin yang disampaikan berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat. Sebagai wakil rakyat, kami akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah dan pihak terkait agar dapat menjadi bahan pertimbangan,” ujar Raski di hadapan massa aksi.
Politisi tersebut menjelaskan, untuk tuntutan yang berada dalam ruang lingkup kewenangan pemerintah daerah maupun DPRD Sulut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pimpinan lembaga.
Nantinya, aspirasi tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui alat kelengkapan dewan yang memiliki tugas dan fungsi sesuai bidang masing-masing.
“Semua aspirasi yang menjadi kewenangan daerah akan kami sampaikan kepada pimpinan DPRD. Selanjutnya akan ditentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat bersama pihak-pihak terkait,” katanya.
Raski juga mengajak mahasiswa untuk terus mengawal berbagai isu yang menjadi perhatian publik melalui jalur-jalur demokratis dan dialog yang konstruktif.
Sementara itu, massa aksi berharap tuntutan yang mereka sampaikan tidak berhenti pada penerimaan aspirasi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan dan diakhiri dengan penyerahan dokumen tuntutan kepada perwakilan DPRD Sulut.
(*/in)
