Refleksi Pentakosta di DPRD Sulut, Roh Kudus Diingatkan Jadi Penuntun Dalam Pelayanan Publik

Deprov Sulut400 Dilihat

Katabrita – Suasana berbeda terasa di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada Senin (25/5). Mengawali aktivitas pekan kerja, pimpinan dan anggota DPRD Sulut, jajaran Sekretariat DPRD, serta Forum Wartawan DPRD Sulut mengikuti ibadah rutin yang kali ini bertepatan dengan perayaan Hari Pentakosta.

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Djefry Saisab, S.Th., M.Si., yang mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Pentakosta sebagai pengingat akan pentingnya hidup dalam tuntunan Roh Kudus, termasuk dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Dalam penyampaian firman, Pendeta Djefry menekankan bahwa kehidupan rohani tidak dapat dipisahkan dari keseharian seseorang. Menurutnya, komitmen membangun hubungan dengan Tuhan harus diwujudkan melalui kesetiaan dalam persekutuan dan sikap hidup yang mencerminkan nilai-nilai iman.

Ia juga mengingatkan agar kebiasaan mengikuti ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas formalitas. Sebaliknya, persekutuan harus menjadi sarana pembentukan karakter dan integritas yang berdampak dalam pekerjaan maupun pelayanan kepada sesama.

“Persekutuan dengan Tuhan harus melahirkan perubahan dalam kehidupan. Apa yang kita terima melalui firman harus terlihat dalam tindakan dan tanggung jawab yang kita jalankan setiap hari,” ungkapnya.

Pendeta Djefry turut mengajak seluruh peserta ibadah untuk memaknai kehadiran Roh Kudus sebagai kekuatan yang menolong umat percaya menjalankan panggilan hidupnya di tengah berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Silangen, mengatakan bahwa perayaan Pentakosta memiliki makna mendalam bagi setiap orang percaya karena mengingatkan tentang pentingnya penyertaan Roh Kudus dalam kehidupan manusia.

Menurutnya, tanpa tuntunan Roh Kudus, manusia akan sulit menghadapi berbagai godaan dan tantangan yang ada di dunia. Karena itu, ia menilai ibadah rutin yang dilaksanakan setiap awal pekan menjadi sarana penting untuk membangun kehidupan spiritual sekaligus memperkuat nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Ibadah bukan hanya sebuah kegiatan rutin, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Setiap orang bisa melakukan kesalahan, tetapi melalui pimpinan Roh Kudus kita selalu diingatkan untuk kembali pada jalan yang benar,” katanya.

Legislator senior PDI Perjuangan itu juga mengajak seluruh keluarga besar DPRD Sulut agar menjaga komitmen pelayanan dan tidak lengah dalam menjalankan amanah yang dipercayakan masyarakat.

Menurut Fransiscus, integritas dan kesetiaan terhadap nilai-nilai kebenaran menjadi fondasi penting bagi setiap penyelenggara negara dalam menjalankan tugasnya.

Ibadah kemudian ditutup dengan doa bersama dan ucapan Selamat Hari Pentakosta kepada seluruh keluarga besar DPRD Sulut, dengan harapan semangat Pentakosta dapat menjadi sumber kekuatan dalam mewujudkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat Sulawesi Utara.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *