MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menggelar upacara peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila tahun 2026 di Lapangan Sparta Tikala, Senin (01/06/2026).
Upacara berlangsung khidmat dengan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang.
Upacara ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Manado. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga persatuan nasional sekaligus berkontribusi pada stabilitas global.
Dalam kesempatan tersebut, Wawali Richard Sualang membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.
Dalam sambutannya, Yudian menekankan bahwa peringatan 1 Juni bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam jiwa setiap insan Indonesia.
“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka. Lebih dari sekadar seremoni, ini adalah momen untuk memastikan api Pancasila tetap menyala. Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya,” ujar Yudian melalui sambutan yang dibacakan Wawali.
Yudian menyoroti posisi Indonesia di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Ia menyebut Pancasila sebagai “jangkar moral” bangsa dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
“Di tengah ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh. Keberagaman kita yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan berkat Pancasila,” tegasnya.
Sambutan tersebut juga mengingatkan amanat Pembukaan UUD 1945, di mana Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Nilai musyawarah dan mufakat dalam Pancasila dinilai menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
“Indonesia bukan hanya penonton. Pancasila adalah fondasi kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Jangan biarkan kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral menyesatkan kita. Jadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), bukan sekadar hiasan dinding atau teks buku sejarah,” lanjut Yudian.
Menanggapi hal itu, Wawali Richard Sualang mengajak seluruh masyarakat Kota Manado, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk tidak menjadikan peringatan ini bersifat seremonial belaka.
“Momentum Harla Pancasila harus kita jadikan sarana untuk terus menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kota Manado. ASN di lingkungan Pemkot Manado harus menjadi pelopor pembudayaan Pancasila di tengah masyarakat. Ini sangat penting, makanya hari ini kita melaksanakan apel dengan penuh khidmat,” kata Sualang.
Usai upacara, Wawali Richard Sualang menyerahkan tanda penghargaan dari pemerintah kepada sejumlah ASN berprestasi di lingkup Pemkot Manado sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat.
Upacara dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Manado, termasuk Ketua DPRD Kota Manado, Dra. Aaltje Dondokambey, M.Kes., Apt.; Kapolresta Manado, Kombes Pol. Irham Halid, S.I.K.; Dandim 1309 Manado, Kolonel Arh. Yosip Brozti Dadi, S.E., M.Tr.(Han); Kejaksaan Negeri Manado; serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado, dr. Steaven Dandel, M.Ph., dan para pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkot Manado.
Dengan semangat “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Pemkot Manado berkomitmen untuk terus menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat, guna mewujudkan Manado yang adil, makmur, dan berkarakter. (*)
