JAKARTA – Pemerintah Kota Tomohon melakukan langkah strategis untuk menarik investasi melalui audiensi dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, pada Minggu (13/7/2026).
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., didampingi Wakil Walikota Sendy Rumajar, Ketua Dekranasda Jeane d’Arc Karundeng, serta Kepala Dinas Pariwisata.
Audiensi difasilitasi oleh Ketua Panitia Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 Levita Supit, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI). Selain membahas keikutsertaan HIPPINDO dalam TIFF 2026, Wali Kota Caroll Senduk secara aktif mempromosikan berbagai potensi investasi unggulan di Kota Tomohon yang dinilai memiliki prospek cerah bagi para pengusaha.
Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah menyambut positif kunjungan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap Pemerintah Kota Tomohon.
Ia menegaskan bahwa kehadiran HIPPINDO di TIFF 2026 harus memberikan dampak jangka panjang, bukan sekadar partisipasi sesaat, melainkan komitmen nyata berupa investasi berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Budihardjo bahkan bersedia menjadikan kantor pusat HIPPINDO sebagai “Pusat Informasi Pariwisata dan Investasi Kota Tomohon” di Jakarta.
Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat kantor pusat HIPPINDO saat ini juga berfungsi sebagai kantor pusat ATTEC (Asian Trade, Tourism, and Economics Council) di Indonesia, sehingga memiliki jaringan bisnis dan pariwisata yang luas di tingkat regional Asia.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh sejumlah pemilik perusahaan ternama dari anggota HIPPINDO serta perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Sigit Setiawan. Kehadiran pihak perbankan menandakan adanya sinergi lintas sektor untuk mendukung ekosistem investasi yang sehat dan terintegrasi di Kota Tomohon.
Kolaborasi antara Pemkot Tomohon dan HIPPINDO diharapkan tidak hanya mendongkrak kesuksesan TIFF 2026, tetapi juga membuka pintu lebar bagi masuknya modal usaha, pengembangan ritel modern, serta penguatan ekonomi kreatif yang berdaya saing global. (*)
