MANADO – Wali Kota Manado, Andrei Angouw, didampingi Sekretaris Kota (Sekot) dr. Steaven Dandel, M.Ph., kembali menggelar rapat teknis dengan pihak kecamatan di Ruang Rapat Wali Kota Manado, Rabu (22/7/2026).
Rapat ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya pada 17 Juli 2026, dengan fokus kali ini mendengarkan presentasi kinerja kebersihan dari Kecamatan Paal II dan Kecamatan Singkil.
Hadir dalam rapat tersebut Camat Paal II, Frangky Mantis, dan Camat Singkil, Junaidi Mamonto, beserta Sekretaris Kecamatan (Sekcam) serta pejabat struktural lainnya.
Agenda utama pembahasan adalah evaluasi mekanisme pengangkutan sampah dari hulu ke hilir, mulai dari pengambilan di rumah warga menggunakan motor sampah, penampungan sementara di Stasiun Peralihan Antar (SPA), hingga pengangkutan akhir oleh truk sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumompo.
Wali Kota secara detail menyoroti efektivitas dan efisiensi operasional motor sampah. Ia meminta data rinci mengenai jumlah unit, jam operasional, serta rasio cakupan area. Diketahui bahwa rata-rata satu motor sampah bekerja selama 5 jam sebelum berganti dengan unit lainnya.
Sebagai contoh, di Kecamatan Paal II yang terdiri dari 10 lingkungan, alokasi satu motor sampah melayani dua lingkungan. Wali Kota menekankan pentingnya koordinasi tingkat kecamatan untuk memastikan fleksibilitas dan pemerataan kerja.
“Tidak boleh ada motor sampah yang menganggur terlalu lama sementara unit lainnya bekerja terus-menerus. Kita harus memastikan distribusi beban kerja yang adil dan efisien agar setiap lingkungan terlayani dengan baik,” ujar Wali Kota.
Rombongan juga menelusuri rute dan coverage (jangkauan) jalan yang dilalui motor sampah untuk memvalidasi data laporan di lapangan.
Selain armada, Wali Kota dan Sekot juga mengevaluasi kinerja petugas kebersihan, termasuk penyapu jalan. Penilaian tidak hanya didasarkan pada kerajinan individu, melainkan pada hasil akhir kebersihan di ruas jalan yang menjadi tanggung jawab mereka.
Wali Kota menegaskan prinsip utamanya: “Penyapunya rajin tapi jalannya tidak bersih, itu kurang bermakna. Lebih baik terlihat sederhana namun hasil kerja di jalur atau ruas jalan tanggung jawabnya benar-benar bersih. Intinya adalah kebersihan wilayah yang menjadi tanggung jawab masing-masing.”
Data mengenai jumlah truk beroperasi, sopir, kenek, serta kondisi kesehatan dan usia para penyapu jalan juga menjadi bahan diskusi untuk memastikan keberlanjutan layanan.
Dengan pendekatan berbasis data dan hasil nyata ini, Pemkot Manado berharap dapat meningkatkan standar kebersihan kota secara signifikan. (*)
