MANADO – Lurah Winangun Satu Kecamatan Malalayang, Jane Febianny Sarah Rewah, S.H., menjelaskan bahwa pendataan Perlinsos di wilayahnya telah berjalan cukup baik bahkan sebelum adanya kegiatan jemput bola.
Para Ketua Lingkungan (Kaling) telah aktif mendata warga, dan banyak juga masyarakat yang datang secara mandiri ke kantor kelurahan.

“Dari target 518 kepala keluarga di Winangun Satu, lebih dari setengahnya sudah terdata oleh para Ketua Lingkungan. Namun, kami masih mengejar sisa target agar mencapai 100 persen,” ujar Jane.

Jane mengungkapkan bahwa setelah kegiatan jemput bola hari ini, pihaknya berencana membentuk tim khusus untuk menyisir lingkungan 1 hingga 6 secara door-to-door. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga yang layak menerima bantuan terlewat dari pendataan.
“Kami berharap terlebih khusus bagi warga yang seharusnya menerima bantuan, semuanya bisa terdata dalam Perlinsos ini,” tegasnya.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah adanya warga yang masih ber-KTP Winangun Satu namun saat ini tinggal di luar wilayah tersebut dan belum mengurus surat pindah domisili.
Untuk mengatasi hal ini, pihak kelurahan melakukan pendekatan personal dengan menghubungi kerabat atau tokoh masyarakat yang mengenal warga bersangkutan untuk memverifikasi kondisi mereka.
“Atas nama Pemerintah Kelurahan Winangun Satu, kami menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran layanan langsung sangat membantu warga untuk melakukan pendaftaran dan mengecek data kependudukan mereka,” tambah Jane.
Diketahui, guna mengoptimalkan pendataan penerima bantuan sosial (bansos) melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos), Pemerintah Kota Manado menggencarkan layanan “jemput bola”.
Pada Selasa (10/8/2026), tim gabungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Sosial, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado turun langsung ke Kelurahan Winangun Satu dan Winangun Dua, Kecamatan Malalayang.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang didukung penuh oleh Pemkot Manado untuk memastikan penyaluran bansos semakin transparan, akurat, dan tepat sasaran.
Di beberapa kesempatan, Kepala Dinas Disdukcapil Kota Manado, Erwin S. Kontu, S.H., menekankan pentingnya Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai fondasi sistem Perlinsos Digital. Integrasi data kependudukan dengan sistem bansos dinilai krusial untuk meminimalisir kesalahan penerima manfaat.
“Selama ini masih ada persoalan, seperti nama yang terdaftar sebagai penerima berbeda dengan orang yang menerima bantuan di lapangan. Dengan IKD, identitas masyarakat bisa diverifikasi lebih akurat sehingga potensi kesalahan maupun penyalahgunaan dapat diminimalkan,” jelas Erwin.
Erwin juga memastikan bahwa selama proses registrasi, masyarakat diberikan edukasi mengenai perlindungan data pribadi. Seluruh data akan melalui verifikasi ketat, termasuk pengecekan silang jika ditemukan ketidaksesuaian informasi ekonomi.
Melalui kolaborasi lintas dinas ini, Pemkot Manado berharap sistem bantuan sosial menjadi lebih efektif dan akuntabel. Warga diimbau untuk segera memperbarui data mereka demi terciptanya keadilan sosial yang lebih baik di Kota Manado. (nny)
