TOMOHON – Semangat untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tomohon agar “naik kelas” akhirnya terwujud melalui Tomohon Festival (TOMFEST) 2026.
Untuk pertama kalinya, festival ini digelar beriringan dengan rangkaian acara bergengsi Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, berlangsung dari 7 hingga 12 Agustus 2026.
TOMFEST bukan sekadar ajang pameran atau jual-beli biasa, melainkan sebuah strategi untuk memastikan bahwa gelaran internasional TIFF memberikan dampak ekonomi yang nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat lokal, khususnya para pelaku usaha.
Gagasan ini merupakan misi utama Ketua Panitia TIFF 2026, Levita Supit. Ia menekankan bahwa kesuksesan sebuah festival tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari seberapa besar manfaat ekonomi yang terserap oleh masyarakat.
“TIFF harus memberikan dampak yang bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat Tomohon. Karena itu, kami ingin UMKM juga mendapatkan ruang untuk tumbuh, berkembang, dan memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas,” ujar Levita.
Antusiasme pelaku UMKM terhadap TOMFEST sangat tinggi. Dari sekitar 60 pendaftar, panitia hanya menerima 23 peserta karena keterbatasan lahan tenda. Sekitar 90 persen peserta bergerak di sektor kuliner, ditambah dengan kehadiran delapan mobil coffee yang turut memeriahkan suasana.
Yang membedakan TOMFEST dari festival biasa adalah proses kurasi yang ketat. Peserta tidak serta-merta diterima; produk mereka diseleksi berdasarkan jenis, cita rasa, hingga kualitas kemasan. Langkah ini sejalan dengan konsep “UMKM naik kelas”, di mana pelaku usaha didorong untuk tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga meningkatkan standar kualitas, tampilan visual, pelayanan, dan kesiapan memasuki pasar yang lebih kompetitif.
Dalam upaya modernisasi ekonomi lokal, TOMFEST 2026 menerapkan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS Mandiri.
Hal ini bertujuan membuat transaksi menjadi lebih praktis dan aman, sekaligus membiasakan pelaku UMKM dengan ekosistem ekonomi digital. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh Pemerintah Kota Tomohon dan Bank Mandiri.
Pembukaan resmi TOMFEST dilakukan oleh Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, Wakil Wali Kota Sendy Rumajar, dan Ketua Panitia TIFF 2026 Levita Supit melalui prosesi pengguntingan pita, didampingi oleh Forkopimda Kota Tomohon.
Ruang Interaksi dan Hiburan
Selain menawarkan kuliner dan produk kreatif, kawasan TOMFEST juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial. Berbagai kegiatan pendukung seperti lomba merangkai bunga, talk show, lomba menyanyi tingkat SD, dan fashion show berhasil menarik ratusan pengunjung setiap harinya, baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara yang hadir untuk TIFF.
Tingginya antusiasme pengunjung bahkan memicu harapan dari para peserta UMKM agar TOMFEST dapat diperpanjang atau dijadikan agenda tahunan tetap, terlepas dari jadwal TIFF. Respons positif ini menjadi sinyal kuat bahwa TOMFEST memiliki potensi besar sebagai instrumen promosi produk lokal dan penggerak ekonomi kerakyatan.
Bagi Levita Supit, keberhasilan TOMFEST 2026 membuktikan bahwa ketika UMKM diberikan ruang, dikurasi dengan baik, dan dipertemukan langsung dengan pasar yang luas, produk lokal Tomohon mampu tampil percaya diri dan bersaing.
“TIFF mendunia, UMKM ikut tumbuh. TOMFEST menjadi salah satu langkah nyata membawa produk lokal Tomohon naik kelas,” tutupnya. (*)
