Katabrita – Sekitar 1.200 mahasiswa dan siswa SMA Universitas Klabat (Unklab) mendapat edukasi soal pengelolaan keuangan dan investasi, Kamis (3/9) 2026.
Menariknya, salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, yang hadir dan berbagi pengetahuan langsung dengan para mahasiswa dan pelajar di Pioneer Chapel Unklab.
Kegiatan bertajuk Smart Money Safe Digital: Menjadi Mahasiswa Cerdas Finansial di Era Digital ini digagas Komite Masyarakat Perbankan Peduli (KMMP) Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas), bekerja sama dengan OJK dan Unklab.
Tribuana membawakan materi From Physical Wealth to Digital Wealth: Evolusi Investasi di Era Digital.
Ia mengajak mahasiswa dan pelajar mulai belajar mengatur keuangan sejak dini. Menurutnya, investasi tidak harus menunggu seseorang memiliki penghasilan besar.
Uang jajan yang disisihkan secara rutin pun bisa menjadi langkah awal.
“Bagi mahasiswa dan pelajar, bisa memulai investasi dari hal sederhana. Dengan menyisihkan sebagian dari uang jajan, menghemat uang kuliah, berapa saja yang penting konsisten,” katanya.
Tribuana juga mengingatkan anak muda agar tidak mudah menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan.
Ia menyinggung fenomena doom spending, yakni kebiasaan berbelanja berlebihan karena merasa masa depan tidak pasti.
Karena itu, menurutnya, penting membangun kebiasaan menyisihkan uang untuk kebutuhan masa depan.
Salah satu pilihan investasi yang diperkenalkan adalah emas melalui Tabungan Emas Pegadaian.
Mahasiswa dan pelajar bisa mulai menabung emas dengan setoran minimal Rp10.000. Dengan nominal tersebut, investasi bisa dimulai secara bertahap sesuai kemampuan.
Tribuana menjelaskan, emas memiliki sejumlah kelebihan, salah satunya mudah dicairkan ketika dibutuhkan.
Investasi emas di Pegadaian juga semakin mudah karena dapat dilakukan melalui aplikasi Tring!.
Nasabah bisa membeli emas melalui layanan Cicil Emas maupun menabung emas sesuai kemampuan.
Bahkan, saldo Tabungan Emas dapat digunakan sebagai jaminan ketika nasabah membutuhkan dana.
“Manakala kita butuh uang, adik-adik misalnya mau bayar UKT, saldo Tabungan Emasnya tinggal digadaikan. Uangnya masuk ke rekening. Semudah itu,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Pegadaian Kanwil V Suluttenggo Malut Papua, Maksum, mengatakan Pegadaian akan terus mendorong edukasi keuangan bagi generasi muda.
Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan investasi perlu diberikan sejak dini agar anak muda lebih siap menghadapi kebutuhan finansial di masa depan.
“Edukasi pentingnya investasi sejak dini ini penting untuk menghasilkan generasi emas yang cerdas keuangan dan paham keamanan digital,” kata Maksum.
Selain memberikan edukasi, Pegadaian Kanwil V juga ikut membuka akses investasi bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
Teranyar, Pegadaian Kanwil V memberikan bantuan Tabungan Emas kepada 85 mahasiswa FISIP Unsrat pada puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Sulut di Graha Gubernur Sulut Bumi Beringin, 20 Agustus 2026 lalu.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian untuk mendorong generasi muda mulai mengenal dan mempraktikkan kebiasaan mengelola keuangan serta berinvestasi sejak dini.
(*/in)
