Wali Kota Andrei Angouw Temui Pimpinan Rumah Ibadah: Sinergi Konstitusional untuk Atasi Masalah Sosial & Ekonomi

Manado1005 Dilihat

MANADO – Wali Kota Manado, Andrei Angouw, menghadiri kegiatan Tatap Muka Triwulan III bersama Pimpinan Rumah Ibadah se-Kota Manado. Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado pada Kamis (10/9/2026) ini diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Manado bekerjasama dengan Badan Kerja Sama Antar-Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph., Asisten I Julises Oehlers, S.H., Kepala Bagian Kesra Telly Pinasang, S.E., M.A.P., serta Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt. Judi Tunari, M.Teol. Turut hadir para pengurus BKSAUA dan tokoh-tokoh agama dari berbagai denominasi di Kota Manado.

Ketua BKSAUA Manado, Pdt. Judi Tunari, menyampaikan laporan kegiatan sekaligus memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan oleh BKSAUA selama triwulan III tahun 2026.

Ia menekankan pentingnya peran rumah ibadah sebagai pusat pembinaan moral dan sosial bagi umat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang telah terjalin baik antara Pemerintah Kota Manado dengan para tokoh agama. Ia menjelaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan pemuka agama merupakan hubungan yang bersifat konstitusional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan berlandaskan Pancasila.

“Hubungan ini adalah hubungan konstitusional karena diatur oleh konstitusi. Hal ini berdasarkan Pancasila bahwa setiap warga negara harus beragama kendati Indonesia bukan negara agama. Di pemerintahan, kita melayani dan membina masyarakat, sementara tokoh agama membina jemaat. Inilah sinerginya untuk kepentingan spiritual masyarakat,” urai Wali Kota.

Wali Kota juga menyoroti peran strategis tokoh agama dalam membantu pemerintah menyelesaikan berbagai masalah sosial di masyarakat. Ia menyebutkan isu-isu seperti keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tawuran, penyalahgunaan senjata tajam (sajam), serta miras sering kali memerlukan pendekatan persuasif dan moral yang kuat dari para pemuka agama.

“Ketika dilakukan identifikasi akar masalah, tentunya melibatkan tokoh agama. Demikian halnya soal bagaimana kita terlibat dalam menyikapi kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, yang tentunya perlu mendapat perhatian bersama antara pemerintah dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Secara konseptual, Wali Kota juga memaparkan pentingnya penguatan ekonomi keluarga sebagai fondasi kesejahteraan kota. Ia memberikan contoh konkret dalam kehidupan sosial masyarakat mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga.

“Kalau uang berputar tinggi dan kesempatan besar, bagi wali kota dapat mendorong dan menopang kesejahteraan warga. Oleh karena itu, mari kita dorong masyarakat untuk lebih produktif dan mengelola perekonomiannya dengan bijak,” kata Wali Kota.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan rumah ibadah atas dukungan dan kolaborasi yang terus dibangun demi kemajuan Kota Manado yang aman, tertib, dan sejahtera. (*)

 

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *