Tetapkan Status Tanggap Darurat, Wali Kota Tomohon Pimpin Apel Penanganan Karhutla Gunung Lokon

Tomohon781 Dilihat

TOMOHON Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, S.H., bersama Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., memimpin langsung Apel Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kawasan Gunung Lokon, Rabu (14/10/2026).

Dalam upaya mempercepat penanganan dan memitigasi risiko, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon secara resmi menetapkan status tanggap darurat serta membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla.

Wali Kota Caroll Senduk dalam arahannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan seluruh unsur terkait yang telah bahu-membahu dalam upaya pemadaman.

“Atas nama Pemerintah Kota Tomohon, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah bersedia bersama-sama menjalankan tugas penanganan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan ini. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama agar penanganan Karhutla dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Caroll.

Sebagai langkah strategis, Wali Kota menyerahkan penuh pelaksanaan koordinasi dan pengendalian operasional di lapangan kepada Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) yang ditunjuk, yakni Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P. Hal ini bertujuan agar seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak secara terpadu dan efektif.

Sementara itu, AKBP Novrial Alberti Kombo menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan pemadaman, personel gabungan akan dibagi menjadi dua tim besar. Tim ini akan melakukan penyisiran dan penanganan di sisi kanan dan kiri kawasan yang terdampak.

“Prioritas kita adalah memastikan api yang berada di bagian bawah tidak menjalar ke permukiman warga. Karena itu, saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga kerja sama, dan saling menghargai dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” tegas Kapolres.

Kapolres juga menginstruksikan agar keselamatan masyarakat dan personel menjadi hal yang utama. Petugas di lapangan diminta untuk proaktif mencari dan mengarahkan warga yang masih berada di pondok atau kebun di sekitar kawasan terdampak agar segera kembali ke permukiman, guna mengantisipasi risiko terjebak api.

Berdasarkan hasil pengecekan sebelumnya oleh personel Kodim, titik api di kawasan yang mendekati Batu Licin atau Gunung Empung dilaporkan telah padam. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena kondisi angin berpotensi memicu penyebaran api kembali.

Kegiatan lapangan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.00 WITA, yang kemudian akan dilanjutkan dengan konsolidasi dan evaluasi bersama di lokasi apel.

Apel kesiapsiagaan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur gabungan, di antaranya Komandan Kodim (Dandim) 1302/Minahasa Letkol Inf. Bonaventura Ageng Fajar Santoso, perwakilan Pemprov Sulawesi Utara, personel TNI, Brimob, Polres Tomohon, unsur Sabhara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tomohon. (*)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *