Katabrita – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengajak para pelajar membiasakan diri menabung sejak dini.
Ajakan itu disampaikan Yulius saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan 2026 di Manado, Kamis (20/8) 2026.
Menurut Yulius, menabung bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga menjadi bagian dari latihan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
“Walaupun kecil, kita mulai belajar disiplin. Disiplin dalam kehidupan kita, salah satunya adalah menabung,” ujar Yulius dalam sambutannya.
Ia mengatakan, pelajar tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai menabung.
Uang saku Rp100 ribu, Rp50 ribu, bahkan Rp1.000 pun, kata Yulius, bisa disisihkan sedikit demi sedikit dan dilakukan secara rutin.
“Jangan melihat jumlahnya. Suatu saat dia akan besar dengan sendirinya. Suatu saat uang itu akan bermanfaat, tabunganmu itu akan bermanfaat untuk bekal hidupmu nanti,” katanya.
Yulius juga mengajak para pelajar yang hadir untuk menjadi duta literasi di sekolah maupun lingkungan masing-masing.
Ia berharap para pelajar dapat ikut mengajak teman dan keluarga memahami pentingnya menabung serta menggunakan layanan keuangan secara bijak.
Dalam kesempatan tersebut, Yulius turut mengapresiasi capaian literasi keuangan Sulawesi Utara yang berada di atas rata-rata nasional.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang disampaikan Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert HP Sianipar, indeks literasi keuangan Sulut mencapai 69,98 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 69,57 persen.
Sementara indeks inklusi keuangan Sulut mencapai 94,37 persen, juga berada di atas nasional yang tercatat 93,61 persen.
Meski demikian, OJK masih melihat adanya kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan. Artinya, masih ada masyarakat yang sudah menggunakan layanan jasa keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya.
Pada kesempatan itu, Yulius juga berpesan kepada para pelajar agar tidak membatasi cita-cita hanya karena kondisi ekonomi keluarga.
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jangan ragu-ragu. Jangan melihat siapa keluarga saya, jangan melihat keuangan keluarga saya. Negara hadir bersama-sama denganmu,” ujar Yulius.
Menurutnya, kasih sayang, perlindungan dan masa depan merupakan tiga hal penting yang harus diberikan kepada anak-anak untuk membantu mereka mencapai cita-cita.
Kebiasaan menabung, lanjut Yulius, menjadi salah satu bagian yang perlu ditanamkan dalam mempersiapkan masa depan tersebut.
Sementara itu, OJK mencatat perkembangan positif tabungan pelajar di Sulawesi Utara. Hingga Juni 2026, jumlah rekening pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencapai 568.965 rekening.
Jumlah tersebut meningkat 10,88 persen atau bertambah 55.817 rekening dibandingkan posisi Juni 2025.
Dari sisi nominal, total tabungan pelajar telah mencapai Rp218,08 miliar, meningkat 7,51 persen.
Yulius berharap kebiasaan menabung tidak hanya dilakukan saat momentum Hari Indonesia Menabung, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Menabung, sekecil apa pun,” pungkasnya.
(*/in)
