Katabrita – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui pelaksanaan puncak acara Hijrah Sulut Fest 2026 yang digelar di kawasan Megamas, Manado.
Pada momentum penutupan rangkaian kegiatan Ramadan tersebut, Kepala Perwakilan BI Sulut Joko Supratikno menyampaikan bahwa Hijrah Sulut Fest menjadi simbol sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong ekosistem ekonomi syariah yang halal, inklusif, dan ramah lingkungan di daerah.
Dalam sambutannya bertajuk “Ramadhan Penuh Berkah, Syariah Sulut Siap Merekah”, Joko menekankan bahwa Indonesia memiliki cita-cita besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada tahun 2029. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025, Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia, naik dari posisi keempat pada tahun sebelumnya.
“Melalui Hijrah Sulut Fest, kami ingin mendorong usaha halal semakin berkembang, akses keuangan syariah semakin luas, literasi masyarakat meningkat, serta kepedulian terhadap lingkungan semakin kuat,” ujar Joko.
Hijrah Sulut Fest 2026 sendiri telah berlangsung sejak 18 Februari hingga 15 Maret 2026 dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah di Sulawesi Utara.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BI Sulut menghadirkan sembilan program unggulan yang mencakup penguatan sektor halal, perluasan inklusi keuangan syariah, digitalisasi transaksi, literasi ekonomi, hingga kampanye ekonomi hijau.
Pada sektor halal, BI memfasilitasi konsultasi sertifikasi produk UMKM serta pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULEHA). Sementara di bidang inklusi keuangan, berbagai program digelar seperti transaksi QRIS Ramadan, digitalisasi wakaf produktif, business matching pembiayaan UMKM, edukasi ekonomi syariah, hingga layanan penukaran uang melalui program SERAMBI.
Hingga akhir Februari 2026, layanan penukaran uang telah melayani 2.963 masyarakat dengan total realisasi mencapai Rp12,73 miliar.
Sebagai bagian dari komitmen ekonomi berkelanjutan, BI Sulut juga menjalankan program Hijaukan Ramadhan Berkah (HIKMAH) melalui pengumpulan botol plastik untuk didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi. Selain itu, bantuan sosial berupa 275 paket sembako disalurkan kepada masyarakat bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional.
Joko menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulut serta bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi yang kuat dan inovasi berkelanjutan, kami optimistis ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Utara akan terus berkembang dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” pungkasnya.
(*/in)







