Katabrita – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan DPRD dan Laporan Pelaksanaan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2025, sekaligus Penutupan Masa Persidangan Pertama Tahun 2025 serta Pembukaan Masa Persidangan Kedua Tahun 2026. Rapat berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (6/1).
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Sulut, Fransiscus A. Silangen, didampingi Wakil Ketua Michaela Paruntu, Royke Anter, dan Stella Runtuwene.
Dalam sambutan Gubernur Sulut Yulius Selvanus yang dibacakan Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, Pemerintah Provinsi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRD Sulut atas dedikasi dan kerja keras dalam mengawal aspirasi masyarakat.
“Dedikasi dan kerja keras yang saudara-saudara tunjukkan dalam mengawal aspirasi rakyat merupakan pilar utama keberhasilan pembangunan daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi menaruh rasa bangga atas kinerja DPRD Sulut yang konsisten menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Ketiga fungsi tersebut dinilai bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen penting dalam mengakselerasi terwujudnya visi Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Menurutnya, laporan kinerja alat kelengkapan DPRD serta laporan reses yang disampaikan tidak hanya bersifat administratif, melainkan memuat denyut nadi harapan masyarakat. Aspirasi yang dihimpun langsung dari konstituen menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan publik yang tepat sasaran.
“Aspirasi rakyat adalah kompas pembangunan kita,” tegasnya.
Gubernur berharap seluruh laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara bertanggung jawab, dengan komitmen bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD diharapkan terus terjaga dalam semangat kebersamaan.
Lebih lanjut ditegaskan, arah pembangunan Sulawesi Utara pada tahun 2026 telah difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan agrobisnis, serta pariwisata yang didukung regulasi adaptif dan inovasi berkelanjutan.
“Di tengah ketidakpastian global, investasi terbesar kita adalah pada kualitas SDM. Potensi agrobisnis dan pariwisata harus dimaksimalkan sebagai lokomotif ekonomi daerah, dengan dukungan regulasi yang tepat dan semangat inovasi yang tiada henti,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan capaian tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi dan pijakan untuk meningkatkan kinerja pada tahun 2026. Pemerintah dan DPRD diharapkan tidak bekerja secara biasa-biasa saja, melainkan dengan kerja keras, ketulusan, dan kecerdasan demi masa depan Sulawesi Utara.
“Saya yakin, dengan semangat gotong royong dan sinergitas yang telah terjalin, kita mampu mengakselerasi kemajuan daerah. Tidak ada tantangan yang terlalu besar jika kita hadapi bersama,” ujarnya.
Menutup sambutan, Gubernur mengajak seluruh anggota DPRD memasuki masa persidangan yang baru dengan optimisme, menjadikan forum DPRD sebagai ruang lahirnya ide-ide cemerlang dan kebijakan pro-rakyat.
“Kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara adalah harga mati yang harus kita perjuangkan bersama,” pungkasnya.
(*/in)
