MANADO – Wali Kota Manado Andrei Angouw didampingi Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang dan Sekretaris Daerah (Sekda) dr Steaven Dandel menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Manado Tahun 2027 yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota, Kamis (12/03/26).

Menariknya, pelaksanaan Musrenbang ini dikemas dalam bentuk talk show yang dipandu oleh Bung Felix Panelewen dengan topik Pemanfaatan lewat penggunaan Teknologi AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan).
AI saat ini merupakan gaya hidup dalam berinovasi dan berinterkasi di era kemajuan teknologi.

Acara talk show ini menghadirkan pembicara Wali Kota Manado Andrei Angouw, Sekot Manado dr. Steaven Dandel M.Ph dan mewakili Bappeda Sulut James Kewas M.Si.
“Kendati efisiensi harus memaksimalkan yang ada yakni membangun dengan kondisi yang ada dan ini harus dimaksimalkan sebab kita tidak harus mengeluh tapi tetap membangun berdasarkan dengan visi misi yang ada baik visi misi nasional, provinsi dan kota Manado,” kata Wali Kota Andrei Angouw mengawali bahasannya.

Angouw menegaskan bahwa program yang harus diprioritaskan adalah berbagai program yang menjadi andalan, dan itu harus dijalankan.
Wali Kota ikut menjabarkan permasalahan ekonomi termasuk PDRB, inflasi dalam kaitan dengan investasi, infrastruktur, peningkatan SDM dan lain-lain.
“Soal transportasi umum diharapkan dapat dimanfaatkan demi kenyamanan masyarakat, termasuk penyediaan air bersih,” tambah Angouw.

Sementara itu, Wakil Wali Kota dr Richard Sualang ikut memberikan pendapat terkait ketika Manado mendapatkan penghargaan sebagai Kota Kreatif.
Menurut Wawali, pelaku kreatif ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi termasuk pemusik dan paduan suara.
Tegas Wawali, Kemenkraf menilai bahwa pemusik dan paduan suara di Kota Manado ikut menggerakkan perekonomian Kota.

“Ini ada kaitan dengan ekononi sebab soal makan minum, penyediaan pakaian-pakaian koor yang menunjang UMKM seperti para tukang jahit. Peluang ini harus dimanfaatkan termasuk dalam kaitan dengan pariwisata,” kata Sualang.
Sekda Kota Manado dr Stevan Dandel ikut memaparkan soal pelayanan kesehatan di Kota Manado terutama tentang pelayanan kesehatan yang lebih luas.
Menurut Dandel, di tahun 2027 nanti diupayakan untuk pelayanan promotif dan layanan preventif.

Lagi kata Sekot Dandel, Puskesmas menjadi garda terdepan dalam pelayanan Kesehatan termasuk mengcover warga masyarakat yang tidak terlayani oleh BPJS.
“Soal RSUD, dengan adanya konsep pelayanan Home Care pelayanan langsung ke rumah atau Home Care ini dapat dinaksimalkan demi kenyamanan warga dalam hal pelayanan kesehatan. Semua adalah bentuk inovasi dalam bidang Kesehatan,” jelasnya.
Bappeda Sulut ikut menyampaikan tentang sinkronisasi program pemerintah provinsi dan Kota Manado.

“Untuk program dan kegiatan terkait dengan infrastruktur seperti kegiatan strategis tentang rehabilitas jalan yang ada di Kota Manado,” terangnya.
Acara diakhiri dengan launching platform “Tabea Manado” serta penandatanganan berita acara musrembang Kota Manado tahun 2027.
Hadir dalam acara ini Anggota DPRD Sulut, Anggota DPRD Manado, Kapolres Manado, Forkopimda Kota Manado, Para Asisten dan Kepala Dinas/Badan, Camat, Akademisi PTN dan PTS, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Tokoh LSM, Organisasi Kemasyarakatan, LMP Kecamatan, Insan Pers dan undangan lainnya. (adve)
