MANADO – Impian warga Pulau Siladen untuk menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh akhirnya terwujud. Peresmian layanan listrik non-stop di Pulau Siladen, Kelurahan Bunaken, Kecamatan Bunaken Kepulauan, dilakukan secara hybrid pada Kamis (13/8/2026).

Pusat kegiatan berlangsung di Ruang C.J. Rantung, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, sementara acara di lokasi dilaksanakan langsung di PLTD Siladen.
Peresmian ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PT PLN Persero UP3 Manado, ULP Paniki, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan Pemerintah Kota Manado.

Selain Siladen, dua wilayah kepulauan lainnya, yaitu Desa Bebalang dan Desa Beeng Laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe, juga resmi menikmati layanan listrik 24 jam pada kesempatan yang sama.

Camat Kepulauan Bunaken, Imanuel Mandak, S.E., yang hadir mewakili Pemerintah Kota Manado, mengungkapkan rasa syukur atas tercapainya target tersebut.
Ia menuturkan bahwa perjuangan warga Siladen untuk mendapatkan akses listrik yang layak telah berlangsung sejak lama.

“Kami sendiri hadir di Bunaken Kepulauan sejak 2005, jadi kami melihat perjalanan listrik di pulau ini. Awalnya, listrik hanya berasal dari CSR satu resort (Siladen Resort) yang memberikan bantuan kepada masyarakat. Pemkot Manado saat itu memberikan subsidi BBM ke resort untuk menambah jam nyala, namun warga hanya bisa menikmati listrik selama 2 jam,” kenang Imanuel.
Ia menambahkan, pada tahun 2016, saat masih menjabat sebagai anggota DPRD, Andrei Angouw (kini Wali Kota Manado) membawa genset ke Pulau Siladen. Genset tersebut mulai beroperasi pada 2019, namun kapasitasnya hanya mampu menyuplai listrik selama 6 jam per hari.
“Dari 2019 sampai hari ini hanya 6 jam. Bersyukur, hari ini ada peresmian listrik 24 jam. Ini menjawab harapan dan mimpi warga Siladen yang menginginkan pelayanan setara dengan daerah daratan,” ujarnya.
Kehadiran Manajer UP3 Manado PLN, Manajer ULP Paniki Nalar Irawati Tandawuya, Lurah Bunaken Kepulauan Ronny Caroles, serta tokoh masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam pemerataan infrastruktur dasar.
Dengan jaminan listrik 24 jam, diharapkan aktivitas ekonomi, khususnya sektor pariwisata dan usaha mikro di kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken, dapat semakin berkembang.
Para pelaku usaha kini tidak lagi bergantung pada genset pribadi yang mahal, sehingga biaya operasional dapat ditekan dan daya saing meningkat.
Rangkaian acara juga diisi dengan Sosialisasi Ketenagalistrikan kepada masyarakat setempat. Edukasi ini bertujuan agar warga memahami penggunaan listrik yang aman, efisien, dan hemat energi, serta menjaga aset infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun.
Peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa pemerataan akses energi hingga ke daerah terpencil dan pulau-pulau kecil terus menjadi prioritas utama Pemerintah Sulawesi Utara dan Pemkot Manado demi mendukung kesejahteraan masyarakat yang lebih adil dan makmur. (nny)
