Revitalisasi Museum Negeri Sulut Jadi Sorotan di Paripurna DPRD, Gubernur Sebut Perkuat Identitas Daerah dan Pariwisata

Deprov Sulut4 Dilihat

Katabrita –  Keberhasilan revitalisasi Museum Negeri Sulawesi Utara menjadi salah satu capaian pembangunan yang disoroti Gubernur Sulawesi Utara dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Sulut, jajaran BPK RI, serta para undangan, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari capaian keuangan semata, tetapi juga dari keberhasilan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program strategis.

Salah satu pencapaian yang menjadi kebanggaan daerah adalah revitalisasi Museum Negeri Sulawesi Utara yang kini tampil lebih modern dan representatif.

“Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berhasil melakukan revitalisasi Museum Negeri Sulawesi Utara sehingga museum ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi dan destinasi wisata budaya modern,” ujar Gubernur.

Menurutnya, revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya Sulawesi Utara sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Museum yang sebelumnya lebih dikenal sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah kini didorong menjadi pusat edukasi budaya yang mampu menarik minat generasi muda, pelajar, wisatawan, hingga masyarakat umum untuk lebih mengenal sejarah dan warisan budaya daerah.

Gubernur mengungkapkan, keberadaan museum yang modern dan interaktif diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus ruang publik yang memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap identitas dan kekayaan budaya Sulawesi Utara.

Capaian tersebut semakin membanggakan setelah Museum Negeri Sulawesi Utara resmi diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia pada 22 Mei 2026.

Peresmian tersebut menjadi bukti bahwa upaya revitalisasi yang dilakukan Pemprov Sulut mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah pusat.

Selain mendukung pelestarian budaya, revitalisasi museum juga dinilai memiliki dampak strategis terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah.

Dengan wajah baru yang lebih modern dan fasilitas yang lebih baik, museum diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Sulawesi Utara yang dapat menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meyakini bahwa pembangunan sektor kebudayaan dan pariwisata memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang usaha bagi masyarakat, serta memperkuat citra Sulawesi Utara sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi Museum Negeri Sulawesi Utara merupakan salah satu contoh bagaimana pengelolaan keuangan daerah yang baik dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai program pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya, penguatan identitas daerah, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis sektor kebudayaan dan pariwisata akan semakin berkembang dan menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung visi pembangunan daerah menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *