Indah, Sosok Wanita Cantik Pengantar Paket Yang Bekerja Demi Keluarga

Ekonomi, Ekonomi, Manado, Sulut1611 Dilihat

Katabrita – Waktu menunjukkan pukul 11.25, pada saat cuaca sedang terik-teriknya di bulan puasa, tiba-tiba terdengar suara meneriakkan kata yang tidak asing dan kedatangannya sudah pasti ditunggu-tunggu oleh kaum hawa.

“Permisi, mau antar paket,” ujar wanita berhijab merah.

Sembari menunggu penerima paket keluar rumah untuk menjemput paketnya, terlihat wanita ini mencocokan alamat yang tertera pada paket tersebut.

Diatas motornya, terlihat ada karung-karung yang berisi puluhan paket untuk diantar kepada pelanggan, sehingga membuat motor semakin pendek karena beban yang berat.

Akhirnya, setelah menunggu beberapa saat, penerima paket keluar untuk mengambil paket belanjaanya sambil terheran-heran karena kurir pengantar paket adalah seorang wanita.

Karena, pekerjaan yang bisa dibilang berat ini, biasanya digeluti oleh kaum laki-laki.

Namanya, Indah Permatasari, seorang ibu yang rela membantu suami, berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang layak bagi keluarganya.

Wanita lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perhotelan ini mengaku tidak lagi memilih-milih jenis pekerjaan.

“Sekarang saya tidak pilih-pilih pekerjaan, yang penting hasilnya memuaskan tidak masalah harus jadi kurir pengantaran,” ujar Indah sembari menyeka keringatnya.

Sebelumnya, ibu yang memiliki tiga anak ini, bekerja sebagai bagian administrasi di salah satu hotel di Kota Manado.

Namun menurut dia, untuk keluarga yang memiliki tiga orang anak, belumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Justru, kata dia pekerjaan sebagai seorang kurir bisa membantu menopang ekonomi keluarganya.

“Iya kalau jadi kurir pengantar paket begini, dalam satu bulan bisa dua kali gajian,” katanya bersyukur.

Memang, Indah terhitung baru beberapa bulan menjadi kurir pengantar paket, namun dirinya sudah merasakan keuntungan menjadi seorang kurir.

Sebagai wanita, menjadi pengantar paket memang memiliki kendala tersendiri.

Namun, kendala-kendala yang terjadi di lapangan tidak menjadi penghalang bagi wanita kelahiran Bontang, 18 Desember 1997 ini.

Diapun bercerita menjadi seorang kurir haruslah memiliki kesabaran yang tinggi, apalagi di saat bulan puasa.

“Kendalanya ya itu, ada yang tidak mau bayar paket karena mungkin salah kirim, alamat tujuan susah didapat, juga ada kendala-kendala kecil seperti salah paham,” terangnya kepada media katabrita.

Diapun berharap Pemerintah dan Perusahaan dapat lebih memperhatikan profesi kurir online ini.

“Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan THR seperti yang sudah dikatakan oleh Presiden Prabowo,” harapnya.

Sebagai wanita, Indah juga berharap agar wanita-wanita yang diluar sana bisa menjadi wanita yang berdaya dan tidak menggantungkan hidupnya kepada orang lain.

“Jangan pernah bergantung kepada orang lain, kepada suami, orang tua. Kalau kita masih kuat untuk menghasilkan sendiri, lakukan,” tutupnya sembari beranjak untuk kembali melakukan pengantaran.

 

(indah)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *