Katabrita – PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kolonedale–Bungku dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku, yang menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga diesel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Dengan beroperasinya infrastruktur baru tersebut, PLN tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang lebih stabil, tetapi juga menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik. Pengalihan pasokan dari diesel ke jaringan 150 kV memungkinkan efisiensi operasional sekaligus menghadirkan listrik yang lebih ramah lingkungan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menyampaikan bahwa langkah ini akan membawa dampak luas bagi masyarakat.
“Transmisi dan Gardu Induk 150 kV Bungku akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan Morowali. Masyarakat kini bisa menikmati listrik yang lebih bersih, efisien, dan stabil, tanpa lagi terlalu bergantung pada pembangkit diesel,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kualitas tegangan dari 18,37 kV menjadi 20,3 kV, proyek ini juga menambah kapasitas penyaluran sebesar 16,8 MW, cukup untuk melayani sekitar 95 ribu pelanggan baru. Kondisi ini diyakini akan mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, termasuk pertumbuhan sektor industri yang tengah berkembang pesat di Morowali.
Langkah efisiensi ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mempercepat transisi energi, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat sistem kelistrikan nasional yang andal dan berkelanjutan.
(*/in)
