Dinas Damkarmat Kota Manado Himbau Para Pelaku Usaha Agar Mempunyai Sistem Proteksi Kebakaran

Manado1900 Dilihat

MANADO – Demi meminimalisir bencana kebakaran serta kerugian, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Manado menghimbau para pelaku usaha agar menggunakan sistem proteksi kebakaran.

Hal tersebut dijalankan sebagai bentuk upaya pencegahan sejak dini agar minim terjadinya musibah atau bencana, khususnya kebakaran yang juga merugikan tempat – tempat usaha itu sendiri.

Dari data yang didapat Redaksi Damkarmat Kota Manado mencatatkan total 36 kejadian kebakaran sejak awal Januari hingga 25 Maret 2026.

Dengan jumlah sebanyak itu, pemilik bangunan gedung, instansi, tempat usaha diharapkan serius dengan sistem proteksi kebakaran.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Manado Jimmy Charles Esau Rotinsulu, SE, M. Si mengatakan pentingnya mitigasi bencana bagi para pelaku usaha. Ia juga berharap Dinas Koperasi, UMKM untuk memastikan setiap pemilik usaha memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai.

‎Ia menegaskan bahwa setiap tempat usaha wajib menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) serta jalur evakuasi yang jelas untuk mengantisipasi kejadian di masa mendatang.‎

‎”Kami mengimbau semua pemilik usaha wajib punya sistem proteksi kebakaran, mulai dari APAR, jalur evakuasi, dan sebagainya. Ini adalah langkah kewaspadaan yang harus diprioritaskan,” kata Rotinsulu.

“Jadi kadang-kadang masyarakat itu hanya memenuhi hal yang dapat dilihat, tapi ada hal lain yang harus dipenuhi. Seperti perawatan, cara menggunakan APAR, jalur evakuasi, dan sebagainya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sistem keamanan kebakaran adalah kombinasi komponen aktif (deteksi/pemadaman) dan pasif (struktur tahan api) yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi, dan memadamkan api serta melindungi penghuni dan aset bangunan.

Komponen utamanya meliputi alarm kebakaran, sprinkler, hidran, APAR, serta bahan bangunan tahan api.

Komponen Utama Sistem Keamanan Kebakaran adalah sistem proteksi aktif (Deteksi & Pemadaman).

Detektor Kebakaran adalah Alat pendeteksi asap (smoke detector) atau panas (heat detector) yang memberikan peringatan dini.

Alarm Kebakaran adalah Sistem Fire Alarm (konvensional atau addressable) yang memberi tanda bahaya.

Sprinkler Otomatis: Perangkat yang melepaskan air secara otomatis saat suhu mencapai titik tertentu.

APAR (Alat Pemadam Api Ringan): Alat pemadam portabel (air, busa, powder,
) untuk memadamkan api tahap awal.

Sistem Hidran: Pipa tegak dan selang untuk pemadaman oleh petugas.
Fire Suppression System: Sistem pemadam khusus (gas/busa) untuk ruang server atau industri.

Sistem Proteksi Pasif (Struktur Bangunan): Pintu & Jendela Tahan Api: Komponen untuk menahan api agar tidak menyebar ke ruangan lain.

Kompartemenisasi: Pembagian gedung menjadi beberapa zona menggunakan dinding tahan api untuk membatasi penyebaran api dan asap

Pentingnya Pemeliharaan:
Semua komponen sistem keamanan kebakaran harus diperiksa, diuji, dan dipelihara secara rutin untuk memastikan sistem beroperasi maksimal saat dibutuhkan. (nny)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *