Wali Kota Andrei Angouw Buka Festival Bung Karno Manado 2026, Gaungkan Semangat Trisakti dan Nasionalisme

Manado1564 Dilihat

MANADO – Festival Bung Karno Manado (FBKM) 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw didampingi Wakil Wali Kota dr Richard Sualang di kawasan Manado Beach Walk (MBW), pada Jumat malam (12/06/2026).

Event tahunan yang kini memasuki tahun kelima pelaksanaannya ini kembali menjadi momentum strategis untuk mengenang sekaligus meneladani pemikiran serta perjuangan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan masyarakat Kota Manado. Acara ini juga turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kota Manado, pelaku industri pariwisata, tokoh masyarakat, hingga para General Manager hotel di Manado.

Kehadiran Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang, Ketua TP-PKK Kota Manado Irene Golda Pinontoan, Ketua DPRD Manado Aaltje Dondokambey, dan Sekretaris Daerah Steaven Dandel menambah kesan khidmat dan semarak dalam perhelatan tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Andrei Angouw menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan FBKM tahun ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyiapkan kegiatan ini sehingga bisa terlaksana dengan baik,” ujar Andrei.

Selain mengapresiasi panitia, Wali Kota juga menekankan pentingnya merawat Manado Beach Walk (MBW) sebagai ruang publik kebanggaan warga kota. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas tersebut.

“MBW adalah ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat. Ini fasilitas publik yang harus kita jaga bersama karena merupakan milik kita semua,” tegasnya.

Andrei menjelaskan bahwa pemilihan bulan Juni sebagai waktu pelaksanaan festival bukan tanpa alasan. Bulan ini memiliki korelasi historis yang kuat dengan perjalanan hidup Bung Karno, dimulai dari Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, hari kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, hingga hari wafatnya pada 21 Juni. Oleh karena itu, bulan Juni ditetapkan sebagai “Bulan Bung Karno” di Kota Manado.

“Karena itu setiap bulan Juni kita memperingati Bulan Bung Karno. Tahun ini merupakan tahun kelima pelaksanaan festival ini di Kota Manado,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota berharap rangkaian kegiatan dan lomba yang digelar selama dua hari festival dapat menjadi sarana edukatif bagi generasi muda dan masyarakat umum untuk menggali kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno, khususnya semangat Trisakti.

“Semoga kita bisa mempelajari dan menerapkan semangat Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menikmati seluruh rangkaian acara dengan penuh sukacita dan rasa kebersamaan. “Saya berharap kita semua bergembira, menikmati festival ini, dan semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar sampai selesai,” tutup Andrei.

Festival Bung Karno Manado 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, diisi dengan berbagai lomba, pertunjukan seni budaya, pameran, serta kegiatan diskusi yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme.

Melalui festival ini, Pemkot Manado berupaya memperkuat identitas kota sebagai pusat peradaban dan sejarah perjuangan bangsa di wilayah timur Indonesia.

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *