Kolaborasi Kesbangpol Manado & Kejari Sosialisasikan Pengawasan Aliran Kepercayaan demi Kota yang Kondusif

Manado2355 Dilihat

MANADO – Pemerintah Kota Manado, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado menggelar sosialisasi bertajuk “Peran Aktif Masyarakat dalam Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (PAKEM) untuk meningkatkan kondisi Kota Manado yang Aman, Tertib, dan Kondusif”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Gran Puri Manado pada Selasa (8/9/2026).

(foto: nny)

Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw yang diwakili oleh Asisten I setda Kota Manado Juleses Ohlers, SH yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta ketertiban kehidupan beragama di Kota Manado.

(foto: nny)

“Kerukunan umat beragama adalah modal sosial utama bagi stabilitas daerah. Oleh karena itu, pengawasan bersama terhadap potensi penyelewangan ajaran agama atau kepercayaan mutlak diperlukan,” ujar Ohlers.

(foto: nny)

Diakhir sambutannya, Asisten I Juleses Ohlers memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan ini dan berharap dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Manado, Drs. Sonny Takumansang, M.Si., yang diwakili oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Ormas, Harter Nelwan, SE, M.Ec.Dev., dalam laporannya menjelaskan tujuan utama kegiatan ini.

(foto: nny)

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi perkembangan aliran kepercayaan atau keagamaan yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Selain itu, langkah ini juga untuk mencegah terjadinya penodaan agama guna memperkuat keharmonisan kehidupan beragama di Kota Manado,” jelas Harter Nelwan.

Ia menambahkan bahwa masyarakat memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendeteksi dini adanya aliran-aliran yang menyimpang dari ajaran agama resmi atau meresahkan lingkungan sekitar.

Acara ini menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai instansi, meliputi Kepala Kejaksaan Negeri Manado Fanny Widyastuti, SH, Polresta Manado diwakili oleh Wakasat Intelkam IPTU Valeri Marendes, Kantor Kementerian Agama Kota Manado diwakili Pdt Raimon Pieter, serta Asisten I Sekretariat Daerah Kota Manado. Para narasumber memberikan pandangan dari aspek hukum, keamanan, dan regulasi keagamaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan, antara lain:

* Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
* Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)
* Forum Komunikasi Damai Masyarakat (FKDM)
* Badan Kerja Sama Antar-Umat Beragama (BKSAUA)
* Legio Christi Keuskupan Manado
* GP Ansor Manado
* Panji Yosua Rayon Manado
* Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
* Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN)
* Walubi (Perwakilan Umat Buddha)

Selain tokoh agama dan ormas, hadir pula para Lurah dan Kepala Lingkungan se-Kota Manado yang menjadi ujung tombak pengawasan di tingkat grassroots.

Melalui sosialisasi ini, Pemkot Manado berharap terbangun mekanisme pengawasan partisipatif yang efektif, sehingga Kota Manado tetap terjaga sebagai wilayah yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warganya tanpa terkecuali. (nny)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *