MANADO – Dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) melalui bagian perbendaharaan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Penguatan Tata Kelola Keuangan Daerah. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (7–8/9/2026), di Hotel Gran Puri Manado.

Bimtek ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw, yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Manado, Donald Supit, S.H., M.H. Turut mendampingi dalam acara pembukaan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Julises Oehlers, S.H., serta Kepala BKAD Kota Manado, Constantine Doaly.

Kepala BKAD Kota Manado, Constantine Doaly, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola keuangan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Langkah ini dinilai krusial guna merespons dinamika regulasi yang terus berkembang serta pesatnya kemajuan teknologi informasi di bidang keuangan publik.
“Penguatan kapasitas SDM pengelola keuangan sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, bimtek ini juga membangun keseragaman persepsi dalam pengelolaan anggaran di seluruh OPD,” ujar Doaly kepada awak media.
Kegiatan yang dibiayai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BKAD Kota Manado Tahun Anggaran 2026 ini diikuti oleh para Kepala Sub Bagian Keuangan, Bendahara Pengeluaran, dan Operator dari seluruh perangkat daerah se-Kota Manado.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan materi langsung dari narasumber kompeten dari berbagai instansi terkait, meliputi:
1. KPP Pratama Manado: Membahas perpajakan belanja barang/jasa (PPh Unifikasi/PPN), tarif Tax Effective Rate (TER) PPh 21, serta implementasi sistem inti perpajakan (Coretax System).
2. BPJS Kesehatan Cabang Manado: Memaparkan hak dan kewajiban Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait program Jaminan Kesehatan.
3. PT Taspen (Persero): Mengulas perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi ASN.
4. Bank SulutGo: Mengedukasi praktik dan optimalisasi transaksi digital melalui Cash Management System (CMS Kasda OPD) dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD). Materi ini bertujuan mendorong belanja daerah yang less cash (minim tunai) dan lebih terukur.
Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Pemkot Manado berharap seluruh instansi di lingkungannya dapat lebih siap menghadapi era digitalisasi keuangan, meningkatkan kepatuhan terhadap aturan perpajakan, serta memperbaiki tata kelola kas daerah demi terciptanya pelayanan publik yang lebih baik dan bebas dari potensi penyimpangan. (*)
