MANADO – Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, turun langsung meninjau lokasi kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumompo pada Kamis (24/9/2026) siang.
Kunjungan ini dilakukan untuk memantau secara langsung upaya penanganan kebakaran serta memastikan kondisi di sekitar kawasan TPA tetap terkendali.
Richard Sualang tiba di lokasi didampingi oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Manado, Jimmy Rotinsulu, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Pontowuisang Kakauhe. Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi bentuk respons cepat pemerintah terhadap insiden yang terjadi di tengah cuaca panas yang melanda kota tersebut.
Kebakaran di TPA Sumompo dipicu oleh kondisi cuaca yang sangat panas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena material sampah yang menumpuk memiliki kemampuan menyimpan panas dan bara api di bagian dalam tumpukan, sehingga sulit dideteksi dari luar.
Petugas Damkarmat terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan (cooling) pada titik-titik yang terbakar. Proses ini membutuhkan kewaspadaan tinggi karena potensi api muncul kembali (flashover) dari dalam tumpukan sampah masih sangat besar.
“Penanganan di kawasan TPA tidak hanya sekadar menyiram air, tetapi juga memerlukan strategi pendinginan mendalam untuk mematikan sumber panas di lapisan bawah,” jelas sumber dari tim lapangan.
TPA Sumompo bukanlah kali pertama mengalami kebakaran besar. Peristiwa serupa pernah terjadi pada Oktober 2023, di mana api meluas hingga mencakup sekitar 9 hektare dari total luas TPA yang mencapai 13 hektare. Saat itu, kebakaran bermula dari ledakan gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah, kemudian terbawa angin dan diperparah oleh material kering.
Penanganan pada tahun 2023 dilakukan dengan kombinasi penyiraman air, pembongkaran tumpukan sampah, dan penimbunan menggunakan tanah untuk mengisolasi oksigen. Mengingat sejarah tersebut, penanganan kali ini juga melibatkan aspek pengelolaan tumpukan sampah dan pengendalian potensi gas metana, selain upaya pemadaman aktif.
Hingga Kamis siang, proses pemadaman masih terus berlangsung. Pemerintah Kota Manado melalui Damkarmat dan DLH berkomitmen untuk terus melakukan penanganan di lapangan guna mencegah api meluas ke area permukiman warga di sekitar TPA.
Wakil Wali Kota Richard Sualang menekankan pentingnya sinergi antara pemadaman api dan pengelolaan sampah jangka panjang. Upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA serta perbaikan sistem ventilasi gas metana menjadi catatan penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas jika terpapar asap, serta tidak mendekati area TPA selama proses pemadaman masih berlangsung. (*)
