Katabrita – Perayaan Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, tak hanya menjadi momentum spiritual bagi puluhan ribu jemaat, tetapi juga mencatat capaian signifikan dalam akselerasi ekonomi digital di Sulawesi Utara.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (BI Sulut) mencatat sebanyak 8.396 transaksi menggunakan QRIS terjadi hanya dalam satu hari pelaksanaan kegiatan. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap penggunaan sistem pembayaran digital.
Kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Hashim Djojohadikusumo, Sultan Bachtiar Najamudin, serta Yulius Selvanus tersebut semakin menegaskan bahwa Paskah Nasional tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan ekonomi.
Kepala Tim SP PUR BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menjelaskan bahwa tingginya jumlah transaksi ini menjadi indikator bahwa digitalisasi sistem pembayaran semakin diterima luas oleh masyarakat.
“Antusiasme yang tercermin dari 8.396 transaksi dalam satu hari menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa dan percaya menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Paskah Nasional 2026 dimanfaatkan BI Sulut untuk mempercepat adopsi transaksi non-tunai sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan konsumsi masyarakat.
Selain mendorong transaksi digital, kehadiran BI Sulut dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
Partisipasi aktif BI Sulut dalam Paskah Nasional 2026 pun menegaskan bahwa sinergi antara kegiatan keagamaan dan inovasi digital mampu menciptakan dampak nyata bagi perekonomian daerah.
(*/in)
