BI Distribusi Uang Kartal Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Sulut, Sasar Pulau-Pulau Perbatasan

Ekonomi, Ekonomi1881 Dilihat

Katabrita – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara kembali melaksanakan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) pada 2025 untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Kegiatan ini berlangsung berkat sinergi dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Kota Bitung, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Sejak pertama kali digelar pada 2012, BI bersama TNI AL telah 127 kali menggelar kas keliling dan berhasil menjangkau 655 pulau. Untuk tahun ini, ERB menargetkan 90 pulau di 18 provinsi. Di Sulawesi Utara, ekspedisi dilakukan pada 20–26 Mei 2025 dengan menyambangi lima pulau 3T, yakni Miangas, Kakarotan, Kawio, Kawaluso, dan Tagulandang.

Pengiriman tim dan uang tunai senilai Rp5,1 miliar menggunakan KRI Pari–849. Selain melayani penukaran uang, BI juga memberikan edukasi mengenai Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sekaligus mengingatkan masyarakat tentang risiko penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Andry Prasmuko, menegaskan bahwa ERB bukan hanya tentang distribusi uang, melainkan simbol hadirnya negara di perbatasan.

“Ketika TNI Angkatan Laut menjaga batas fisik negara, Bank Indonesia memastikan kedaulatan ekonomi dengan menghadirkan Rupiah di wilayah terluar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap lembar Rupiah yang dibawa memiliki makna bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat hingga ke ujung negeri. Andry juga berharap pelaksanaan ERB di Sulut dapat memperkuat literasi dan inklusi keuangan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan warga perbatasan dalam menggunakan Rupiah.

“Dengan letaknya yang berbatasan langsung dengan Filipina, Sulawesi Utara memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjadi simbol kedaulatan moneter Indonesia,” tutupnya.

 

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP