KATABRITA – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) memproyeksikan optimisme terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah, di mana pada tahun 2025 diprakirakan akan tumbuh di kisaran 5,3%–6,2% (yoy).
Proyeksi ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang diselenggarakan pada Jumat (28/11) di Kantor Bank Indonesia Jalan 17 Agustus Manado.
Pertumbuhan tinggi ini didorong utamanya oleh konsumsi rumah tangga yang kuat dan kinerja ekspor. Tren ini diprediksi berlanjut hingga tahun 2026, ditopang oleh penguatan konsumsi serta sektor pendukung program strategis nasional.
Deputi Kepala KpwBI Sulut, Reynold Asri, menyatakan bahwa sinergi yang kuat menjadi kunci untuk mewujudkan proyeksi ini.
“Dengan optimisme dan sinergi yang erat selama ini, perekonomian Sulawesi Utara pada tahun 2025 diprakirakan akan tumbuh pada kisaran 5,3%–6,2%. Kami memperkirakan perbaikan kinerja ekonomi ini akan didorong utamanya oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor,” jelas Reynold.
Proyeksi BI ini selaras dengan target makro daerah Pemprov Sulut untuk 2026, di mana Asisten III Fransiskus E. Manumpil menyebutkan target pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 6,05% – 7,05%.
Di sisi layanan publik dan kedaulatan, BI Sulut memastikan kecukupan uang Rupiah melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), yang berhasil mencapai 100% penyerapan di Pulau Miangas, serta menguatkan layanan kas menjelang Hari Raya melalui program Serunai.
Dengan berbagai tantangan dan peluang ke depan, BI berkomitmen memastikan inflasi tetap berada di sasaran dan momentum pertumbuhan terus berlanjut.
Penyelenggaraan PTBI ini menjadi landasan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mempererat sinergi dan menyusun langkah yang selaras, guna mewujudkan inisiatif pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Utara.
(*/in)







