Katabrita – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara menggelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara yang dirangkaikan dengan Bincang Ekonomi bertajuk Penguatan Ekosistem Kelapa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara, Kamis (30/7).
Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyampaikan perkembangan terkini perekonomian Sulawesi Utara sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan yang digelar di Hotel Four Points Manado itu dihadiri jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, dan media massa. Sejumlah narasumber turut dihadirkan, antara lain Staf Khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sukmo Harsono, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, serta Direktur Plan Management PT Cargill Indonesia Amurang Imelda Judith Tandako.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan peran Bank Indonesia sebagai strategic advisor, khususnya dalam menyampaikan perkembangan ekonomi daerah dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan ekonomi Sulawesi Utara.
“Lebih dari itu, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, akademisi, dan pelaku usaha dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara,” ujar Purwanto.
Menurutnya, sejalan dengan tema kegiatan, penguatan sektor unggulan Sulawesi Utara juga menjadi perhatian, khususnya komoditas kelapa. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas di sektor hulu, pengembangan hilirisasi dan diversifikasi produk, hingga perluasan akses pasar agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah.
Purwanto menjelaskan, BI Sulut secara rutin menyusun Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) sebagai hasil asesmen terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan daerah. Laporan tersebut diterbitkan setiap triwulan dan disusun berdasarkan berbagai data, informasi, serta hasil survei yang dilakukan Bank Indonesia dengan dukungan berbagai instansi.
Sementara itu, kegiatan dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan, yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara. Dalam sambutannya, Jemmy menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur dan Wakil Gubernur tidak dapat hadir akibat menjalankan tugas di luar daerah.
Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy menyampaikan apresiasi kepada BI Sulut yang terus berperan sebagai policy advisor dan regional chief economist melalui penyajian data serta rekomendasi kebijakan yang menjadi masukan penting bagi pembangunan ekonomi daerah.
“Bank Indonesia tidak hanya memberikan gambaran mengenai kinerja ekonomi daerah, tetapi juga menghadirkan berbagai rekomendasi dan harapan untuk mendukung langkah-langkah kebijakan pembangunan ekonomi Sulawesi Utara ke depan,” katanya.
Ia mengatakan tema penguatan ekosistem kelapa sangat relevan bagi Sulawesi Utara. Menurutnya, kelapa bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi telah menjadi identitas daerah sekaligus sumber penghidupan bagi banyak masyarakat.
Namun demikian, ia menilai pengembangan sektor kelapa tidak lagi bisa hanya mengandalkan penjualan bahan mentah atau kopra. Diperlukan penguatan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Karena itu kita tidak bisa lagi hanya menjadi penjual kelapa. Kita harus menjadi pengelola ekosistem kelapa,” ujar Jemmy membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara.
Selain menyampaikan perkembangan perekonomian Sulawesi Utara melalui Laporan Perekonomian Provinsi (LPP), kegiatan tersebut juga menjadi wadah diskusi berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah penguatan ekosistem kelapa sebagai salah satu sektor unggulan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan ini, BI Sulut berharap lahir berbagai masukan dan rekomendasi konkret untuk memperkuat ekosistem kelapa sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara, sekaligus mempererat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
(*/in)
