BI Sulut Kukuhkan 228 Peserta PATUA–WANUA 2025, Dorong Penguatan Potensi dan Kolaborasi Ekonomi Daerah

Ekonomi, Ekonomi973 Dilihat

Katabrita – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara menegaskan pentingnya memperkuat potensi daerah dan mempererat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pesan tersebut disampaikan dalam acara penutupan Program Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA) dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (WANUA) Tahun 2025 di Manado, yang mengusung tema “Menguatkan Potensi, Merajut Kolaborasi, Membangun Negeri.”

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan Sulawesi Utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari lahan yang subur hingga hasil laut yang melimpah, serta semangat masyarakat yang pantang menyerah. Namun, potensi itu perlu diiringi dengan penguatan kapasitas, kompetensi, dan inovasi yang berkelanjutan.

“Potensi yang besar tidak akan berarti tanpa penguatan kapasitas dan inovasi. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya program PATUA dan WANUA sejak 2020,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan sejalan dengan visi pemerintah daerah. Komitmen itu diwujudkan melalui tiga strategi utama, yaitu penguatan kelembagaan melalui sosialisasi sertifikasi halal dan koperasi, peningkatan daya saing melalui pelatihan serta promosi perdagangan, dan peningkatan akses keuangan lewat kegiatan business matching dengan perbankan.

Sepanjang tahun 2025, peserta PATUA dan WANUA telah mengikuti berbagai tahapan mulai dari rekrutmen, assessment, bootcamp, company visit, hingga pelatihan intensif yang terbagi dalam tiga tahap. Para petani mendapatkan pembekalan seputar praktik dan teori budidaya pertanian, sementara wirausaha mempelajari mindset bisnis, onboarding digital, market analysis, hingga strategi ekspor.

Joko menambahkan, promosi perdagangan juga dilakukan melalui berbagai pameran seperti Road to Fesyar dan Urban Economy Digifest di Manado, NSIF–TIFF di Tomohon, Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta, Fesyar Kawasan Timur Indonesia di Pontianak, hingga International Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta. Menurutnya, seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar serta membuka peluang kolaborasi dan inovasi produk lokal.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, akademisi, lembaga keuangan, media, dan mitra strategis lainnya. “Sinergi dan kolaborasi adalah kunci keberlanjutan. Kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan berbagai mitra akan membentuk ekosistem yang saling memperkuat dari hulu ke hilir,” katanya.

Seluruh upaya tersebut, lanjutnya, bermuara pada satu tujuan besar, yaitu membangun negeri melalui kemandirian ekonomi daerah. “Petani dan wirausaha bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga pahlawan pembangunan yang menjaga rantai pasok pangan, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan roda ekonomi rakyat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, BI Sulut mengukuhkan sebanyak 228 peserta resmi program PATUA dan WANUA 2025, yang terdiri dari 84 Petani Unggulan (PATUA) dan 144 Wirausaha Unggulan (WANUA) dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. BI juga memberikan apresiasi kepada 5 PATUA dan 5 WANUA terbaik yang menunjukkan transformasi progresif selama pelaksanaan program.

“Program ini kami rancang untuk mempersiapkan Bapak/Ibu agar mampu bersaing dengan produk yang semakin berkualitas. Namun, penentu keberhasilan sesungguhnya ada di tangan peserta sendiri. Konsistensi, inovasi, dan sinergi menjadi kunci utama kesuksesan usaha,” ujar Joko menutup sambutannya.

Ia berharap semangat yang tumbuh dalam program PATUA dan WANUA akan terus berlanjut dan menjadi penggerak ekonomi di wilayah masing-masing. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati langkah kita dalam membangun perekonomian Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tandasnya.

 

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP