ISEI Diminta Jadi Kompas Intelektual saat Ekonomi Sulut Catat Lompatan Ekspor

Ekonomi, Ekonomi945 Dilihat

Katabrita – Kinerja ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) sepanjang 2025 menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional Akhir Tahun Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut. Tahun ini, Sulut mencatat performa impresif dengan ekspor yang menembus 1 miliar dolar Amerika Serikat dan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid.

Melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Sulut, Syaloom Korompis, Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut. Ia menyebut bahwa hingga Triwulan III 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,39 persen dan secara kumulatif mencapai 5,55 persen, terutama ditopang oleh penguatan sektor perdagangan. Nilai ekspor Sulut sepanjang Januari–Oktober 2025 telah melewati 1 miliar dolar AS, atau meningkat lebih dari 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemaparan Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Reynold Asri, memperkuat gambaran tersebut. Menurutnya, pertumbuhan didorong oleh meningkatnya aktivitas transportasi seiring pembukaan rute penerbangan baru serta pesatnya perkembangan industri pengolahan yang mencatat kenaikan 12,41 persen secara tahunan.

Sektor pariwisata juga bangkit signifikan. Kunjungan wisatawan mancanegara pada Oktober 2025 mencapai lebih dari 6.500 orang atau tumbuh hampir 40 persen dibandingkan tahun lalu, sementara perjalanan wisatawan domestik menembus 11,78 juta perjalanan, menandai pulihnya pergerakan ekonomi rakyat.

Kinerja investasi turut menunjukkan perbaikan. Hingga semester I 2025, realisasi investasi Sulut mencapai Rp5,46 triliun atau 59 persen dari target tahunan dengan penyerapan lebih dari 7.500 tenaga kerja. Stabilitas harga tetap terjaga, tercermin dari inflasi rendah pada November 2025 sebesar 0,65 persen dan deflasi bulanan -0,41 persen. Meski begitu, Gubernur mengingatkan perlunya kewaspadaan agar deflasi tidak berlangsung berkepanjangan serta menjaga inflasi tetap dalam rentang sehat 2,5 persen ±1 persen.

Di balik capaian tersebut, tantangan ketenagakerjaan masih menjadi catatan. Tingkat pengangguran terbuka Sulut mencapai 5,99 persen dari total angkatan kerja 1,42 juta orang. Menyikapi hal ini, Gubernur berharap ISEI Cabang Manado yang memiliki 575 anggota di bawah kepemimpinan Joy Tulung dapat menjalankan peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah. Ia menyebut ISEI sebagai “kompas intelektual” yang dibutuhkan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, adaptif, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, BI Sulut memproyeksikan ekonomi Sulut pada 2026 akan tumbuh dalam rentang optimistis 5,3 hingga 6,2 persen, didorong oleh pemulihan pariwisata, peningkatan investasi, dan pembangunan infrastruktur multiyears.

 

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *