Katabrita – Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 menjadi momentum bagi sejumlah produk unggulan Sulawesi Utara untuk memperluas pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu yang mencatat peningkatan penjualan signifikan adalah Kain Pinawetengan, produk tenun premium khas Sulut yang terinspirasi dari guratan pada Situs Sejarah Watu Pinawetengan di Kabupaten Minahasa.
Dalam pameran KKI 2026, Kain Pinawetengan mencatat total penjualan Rp110,3 juta. Angka tersebut meningkat sekitar lima kali lipat dibandingkan capaian pada 2025.
Selain kain, produk kopi dan vanila asal Sulawesi Utara juga mendapat ruang untuk memperkuat branding dan memperluas jejaring pasar.
Kopi Arabica Tomohon produksi Elmonts Coffee, misalnya, mendapat eksposur melalui program take over bar Cangkir Nusantara. Kopi tersebut diseduh langsung oleh World Barista Champion dalam rangkaian kegiatan KKI 2026.
Sementara dari sektor komoditas, Narasi Vanilla berhasil membuka akses pasar ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan melalui business matching serta penandatanganan Letter of Intent (LOI).
Kerja sama tersebut antara lain ditandai dengan pengiriman sampel vanilla beans, powder, dan paste kepada buyer SAF Synergy PLT (Blitz and Co) dari Malaysia.
Narasi Vanilla juga mengirimkan 20 kilogram vanilla beans senilai USD2.500 kepada Global Mandehling Coffee Korea dari Korea Selatan, serta 24 produk vanilla paste dan vanilla powder kepada Indonesia House of Bean Tokyo dari Jepang.
Tak hanya vanila, Kopi Robusta Gunung Ambang asal Kota Kotamobagu turut memperluas jejaring pasar melalui business matching dengan Indonesia House of Bean Tokyo dari Jepang.
Capaian tersebut menjadi bagian dari hasil penyelenggaraan KKI 2026 yang secara keseluruhan mencatat penjualan sementara Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026. Nilai itu meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025.
Untuk business matching ekspor, nilai transaksi mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar, atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan KKI diarahkan bukan hanya sebagai ajang promosi dan transaksi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung UMKM agar terus berkembang.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, 23 Agustus 2026.
KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM di antaranya mengikuti kegiatan secara luring dengan menampilkan berbagai produk, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.
Pelaksanaan KKI juga melibatkan 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pengembangan, kurasi, serta perluasan akses pasar UMKM turut didukung jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di dalam negeri dan lima Kantor Perwakilan Bank Indonesia di luar negeri.
Melalui sinergi tersebut, Bank Indonesia terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.
Bagi Sulawesi Utara, capaian KKI 2026 memperlihatkan peluang produk lokal untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Penguatan kualitas produk, branding, serta jejaring bisnis menjadi bagian penting dalam membuka akses tersebut.
Sejalan dengan semangat KKI 2026, Beudaya MeusareSare atau “Berdaya Bersama-sama”, pengembangan UMKM diarahkan menjadi gerakan bersama agar produk lokal semakin dikenal dan digunakan di dalam negeri sekaligus memiliki peluang menembus pasar global.
(*/in)
