Katabrita — Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Lipang dan Pulau Laotongan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menghadirkan perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Pulau-pulau yang selama ini bergantung pada lampu pelita dan genset terbatas kini bisa menikmati listrik 24 jam penuh.
Nur Mandak, ibu tiga anak asal Pulau Lipang, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya saat pertama kali menyalakan lampu di rumahnya. “Akhirnya kami bisa merasakan listrik untuk pertama kalinya di rumah kami. Sebelumnya, cahaya di sini hanya dari lampu botol minyak tanah. Kini anak-anak bisa belajar hingga malam,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Perubahan serupa juga dirasakan Alfret Salatang, nelayan dari Pulau Laotongan. Ia menuturkan, hadirnya listrik membuat hasil tangkapan ikannya bisa lebih lama disimpan sehingga pendapatannya meningkat. “Dulu kita cuma bisa tangkap 15–20 kilo karena harus langsung habis dijual. Sekarang dengan adanya listrik, kita bisa pakai kulkas, simpan ikan, dan hasil tangkapan bisa lebih banyak. Pendapatan juga bertambah,” ujarnya.
Kisah Nur dan Alfret hanyalah dua dari 180 rumah tangga yang kini menikmati terang berkat PLTS. Listrik bukan sekadar sumber cahaya, melainkan juga membuka kesempatan baru bagi pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.
(*/in)







