Literasi Keuangan SulutGo Lampaui Nasional, OJK Ungkap Strategi Edukasi yang Efektif

Ekonomi, Ekonomi1172 Dilihat

Katabrita – Tingkat literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mencatat capaian luar biasa sepanjang 2025. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa wilayah SulutGo mampu melampaui angka rata-rata nasional berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025.

Dalam Media Gathering OJK SulutGo yang digelar di Manado pada 5 November 2025, Deputi Direktur Divisi PEPK OJK SulutGo, Budiman P. Siahaan, mengungkapkan bahwa tingkat literasi keuangan di wilayah tersebut telah mencapai 69,57 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada angka 62,56 persen. Sementara tingkat inklusi keuangan SulutGo menyentuh 95,97 persen, menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.

“Peningkatan ini tidak lepas dari strategi edukasi yang masif dan terintegrasi. Kami bekerja bersama industri jasa keuangan, pemerintah daerah, komunitas, hingga media untuk memastikan edukasi tersampaikan secara luas,” ujar Budiman di hadapan para jurnalis.

Salah satu program yang disebut memberikan dampak signifikan adalah Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Program nasional yang digelar setiap tahun itu berhasil menambah 11.280 rekening atau akses keuangan baru di wilayah SulutGo, dengan total nominal mencapai Rp3,14 miliar. Budiman menilai angka tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk beralih ke layanan keuangan formal.

“Kami melihat masyarakat semakin aktif membuka rekening, memanfaatkan layanan digital, serta mencari produk keuangan yang sesuai kebutuhan. Ini menandakan edukasi yang selama ini dilakukan tidak hanya tersampaikan, tetapi benar-benar dipraktikkan,” jelasnya.

OJK menyebutkan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor berjalan efektif, terutama dalam mendorong literasi di kelompok rentan seperti pelajar, perempuan, pelaku UMKM, dan masyarakat desa.

Budiman menegaskan bahwa OJK SulutGo akan terus mempertahankan momentum positif ini melalui perluasan edukasi, peningkatan inklusi digital, serta penguatan program literasi keuangan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

“Kami berkomitmen menjaga tren ini dengan pendekatan yang semakin adaptif dan dekat dengan masyarakat. Literasi keuangan adalah fondasi penting untuk perlindungan konsumen dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP