PLN Berkomitmen Tuntaskan Pemerataan Listrik Hingga ke Wilayah 3T

Ekonomi, Ekonomi1863 Dilihat

Katabrita – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh Indonesia. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, PLN bersama Pemerintah memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, dapat menikmati layanan energi listrik yang layak, aman, dan andal.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa perluasan elektrifikasi ke wilayah 3T merupakan mandat negara yang memiliki dampak strategis bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Meski tantangannya besar—mulai dari kondisi geografis yang berat, jarak antardesa yang jauh, hingga biaya investasi yang tinggi—PLN berkomitmen untuk hadir di setiap sudut negeri.

“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru. PLN siap menjalankan amanat pemerintah untuk menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” tegas Darmawan.

Komitmen PLN sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia dapat menikmati akses listrik merata pada 2029–2030. Pada 2025 saja, Pemerintah dan PLN menargetkan pembangunan kelistrikan di 1.285 desa, sebagian besar berada di wilayah terpencil, termasuk pulau-pulau terluar dan kawasan pedalaman.

Dalam kunjungan kerja di Musi Banyuasin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa terang listrik merupakan hak setiap warga negara, termasuk mereka yang tinggal paling jauh dari pusat kota. Ia menekankan bahwa negara wajib hadir meskipun pembangunan di wilayah 3T tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN.

“Biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan penerangan. Bapak Presiden sangat konsen untuk bagaimana bisa memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Bahlil.

Untuk mengejar target 1.285 desa tahun ini, PLN membangun 4.770 kilometer sirkuit (kms) jaringan tegangan menengah, 3.265 kms jaringan tegangan rendah, serta 94.040 kilovolt ampere (kVA) gardu distribusi. Upaya ini diperkirakan akan membawa terang bagi lebih dari 77 ribu keluarga yang selama ini belum menikmati listrik.

Darmawan menekankan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya soal statistik, tetapi tentang perubahan kehidupan masyarakat. “Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” ujarnya.

Salah satu wilayah yang segera merasakan dampak program ini adalah Desa Bandar Jaya di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Warga Dusun 4 Sungai Putih yang selama hampir 10 tahun mengandalkan genset untuk penerangan, kini akan segera menikmati listrik dari PLN.

Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. “Alhamdulillah, dalam waktu dekat ini jaringan listrik bakal terealisasi. Listrik sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak kami belajar dengan lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Rohiya, warga dusun tersebut, berharap proses pemasangan listrik dapat berjalan lancar. Selama ini ia harus mengeluarkan biaya Rp25 ribu per malam untuk menyalakan genset hanya selama tiga jam. “Kalau sedang tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga pemasangan listrik cepat selesai,” ujarnya.

Melalui perluasan elektrifikasi di wilayah 3T, Pemerintah dan PLN menegaskan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang dibiarkan tertinggal dalam gelap. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pemerataan energi adalah pilar utama pembangunan Indonesia—bahwa terang listrik harus dirasakan oleh seluruh rakyat, dari pusat kota hingga titik terjauh Nusantara.

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *