Sulut Jadi Garis Depan Kedaulatan Rupiah di Perbatasan Filipina

Ekonomi, Ekonomi616 Dilihat

Katabrita – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan kedaulatan ekonomi nasional melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 yang digelar Bank Indonesia (BI). Selama 20–26 Mei 2025, BI bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) mendistribusikan uang layak edar ke lima pulau perbatasan: Miangas, Kakarotan, Kawio, Kawaluso, dan Tagulandang.

Dengan menggunakan KRI Pari–849, tim membawa uang senilai Rp5,1 miliar sekaligus memberikan layanan penukaran uang bagi masyarakat. BI juga melakukan edukasi mengenai Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta mengingatkan risiko penggunaan mata uang asing yang kerap masuk karena kedekatan geografis dengan Filipina.

Kepala Perwakilan BI Sulut, Andry Prasmuko, menyebut keberadaan Rupiah di wilayah perbatasan menjadi simbol hadirnya negara.

“Sulawesi Utara adalah titik penting yang langsung berbatasan dengan Filipina. Kehadiran Rupiah di sini tidak hanya alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan moneter Indonesia,” katanya.

Sejak 2012, BI dan TNI AL telah menuntaskan 127 ekspedisi kas keliling yang menjangkau 655 pulau di Indonesia. Tahun ini, ERB menargetkan 90 pulau di 18 provinsi, dengan Sulut menjadi salah satu prioritas utama karena posisinya yang strategis di kawasan perbatasan.

 

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP