Yana, Perempuan yang Antar Sambal Roa ke Pasar Global

Ekonomi, Ekonomi1060 Dilihat

Katabrita – Dari dapur kecil di Manado, seorang perempuan membuktikan bahwa ketekunan bisa mengubah hidup. Yana, pemilik UD Lyvia Nusa Boga, memulai semuanya hanya dengan modal seratus lima puluh ribu rupiah dan peralatan seadanya. Kini, sambal roa buatannya melangkah menuju pasar ekspor setelah menembus forum investasi internasional.

Perjalanannya penuh tantangan. Awalnya, sambal roa hasil racikannya ditolak di banyak toko karena dianggap sudah terlalu banyak produk serupa. Namun Yana tidak berhenti. “Saya tetap coba lagi, karena penasaran,” kenangnya.

Titik balik datang saat ia masuk program Wirausaha Unggulan Bank Indonesia pada 2020. Dari sana, ia belajar membangun usaha bukan hanya sekadar memasak, melainkan mengelola bisnis dengan visi lebih besar. Berkat konsistensinya, usaha rumahan ini berkembang hingga memiliki lebih dari 20 produk olahan.

Agustus 2025 menjadi puncak pencapaian ketika Yana bersama empat UMKM binaan Bank Indonesia menandatangani kesepakatan dagang dengan buyer asal Tiongkok. Sambal yang dulu kerap ditolak kini justru jadi pintu masuk ke pasar global.

“Kuncinya konsistensi. Walau ada saat jenuh, jangan patah semangat dan terus berinovasi,” ucapnya. Perjalanan Yana menjadi bukti, di balik meja dapur, perempuan pun bisa membawa rasa lokal melintasi batas negara.

 

 

(*/in)

 

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP