Katabrita – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merespons rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut terkait penguatan sektor ketenagakerjaan sebagai upaya menekan angka pengangguran.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Sulut, Kamis (23/4) 2026, dalam rangka penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja.
“Ada empat langkah yang akan kita lakukan untuk memperkuat sektor ketenagakerjaan,” ujar Selvanus.
Langkah pertama adalah melakukan pemutakhiran data lowongan kerja secara berkala melalui portal resmi pemerintah, agar informasi lebih akurat dan mudah diakses masyarakat.
Kedua, memperluas sosialisasi informasi pasar kerja hingga ke wilayah pelosok, guna memastikan akses peluang kerja yang merata.
Ketiga, merevitalisasi sarana dan kurikulum Balai Latihan Kerja (BLK) agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“BLK harus mampu mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan sesuai kebutuhan dunia usaha,” tegasnya.
Keempat, meningkatkan kuota program magang ke luar negeri, khususnya ke Jepang, melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan mitra internasional.
Menurutnya, program magang luar negeri menjadi salah satu solusi konkret dalam menekan angka pengangguran, terutama bagi tenaga kerja muda dan terdidik.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing tenaga kerja Sulawesi Utara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(*/in)
