2 Pekan Awasi Coklit, Ini yang menjadi Fokus Bawaslu Sulut Pada Potensi Kerawanan

Bawaslu, KPU22 Dilihat

Katabrita – Sudah 2 pekan Pantarlih turun ke rumah-rumah untuk melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pilkada serentak 2024.

Selama 2 pekan ini melaksanakan tugas coklit, (Bawaslu) Sulut turut mengawasi untuk memastikan kelancaran dan keakuratan data pemilih.

Ketua Bawaslu Sulut, Ardiles Mewoh mengatakan kegiatan coklit data pemilih ini sangatlah penting.

“Pelaksanaan coklit ini adalah adalah kegiatan paling penting dalam proses pemutakhiran data pemilih, kalau coklitnya berjalan dengan baik, maka kualitas datanya juga akan baik,” ujar Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh usai memberikan materi pada kegiatan Rapat Evaluasi Coklit KPU beberapa waktu lalu.

Ardiles menyebutkan bahwa potensi kerawanan ini ada di semua daerah.

“Semua daerah ada potensi masalahnya, tapi ada beberapa daerah yang kita fokus, misalnya Sitaro dengan gunung meletus sehingga ada pengungsi gunung ruang, kemudian di daerah-daerah perbatasan, seperti yang berbatasan dengan Gorontalo, termasuk perbatasan-perbatasan antar kabupaten ada potensi-potensi pemilih ganda” beber Ardiles.

Sementara itu, di Kota Manado juga terdapat masalah yakni ada tokoh agama yang melarang dilakukan coklit terhadap jemaatnya.

“Ini yang kita sementara telusuri, kami berharap kepada tokoh-tokoh agama, masyarakat agar dapat mendukung terhadap apa yang dilakukan KPU, terkait coklit ini sangat penting untuk mengetahui data pemilih ini sendiri, ” Harap Ardiles.

Hal ini akan koordinasikan dengan pemerintah setempat, di kota Tomohon juga ada kejadian sama, tetapi sudah selesai, jadi kita berharap Manado juga bisa diselesaikan,” tambahnya

Dengan adanya identifikasi masalah yang sudah disampaikan kepada pihak KPU, Ardiles meminta agar jajaran KPU tidak ‘alergi’ terhadap Bawaslu.

“Kami berharap KPU serta jajaran agar tidak ‘alergi’ dengan kami Bawaslu, sehingga saran-saran kami tidak diabaikan,” pungkas Ardiles

Bawaslu Sulut juga berkomitmen untuk terus mengawasi jalannya proses coklit agar potensi kerawanan tersebut dapat diminimalisir dan memastikan pemutakhiran data pemilih berjalan dengan baik dan akurat.

 

(Indah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *