Katabrita— Gubernur Sulawesi Utara dalam Rapat Paripurna DPRD memaparkan sejumlah capaian positif pembangunan makro daerah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan pendapatan yang dinilai membaik dibandingkan rata-rata nasional.
“Angka kemiskinan Sulawesi Utara berdasarkan data tahun 2024 berada pada 6,70 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 8,57 persen. Bahkan, angka kemiskinan ekstrem kita menurun hingga 0,56 persen, dibanding nasional yang masih 0,83 persen,” terang Gubernur.
Tak hanya itu, indikator Gini Ratio yang menggambarkan tingkat kesenjangan pendapatan menunjukkan hasil menggembirakan. Gini Ratio Sulut berada di angka 0,347, lebih baik dibandingkan nasional yang mencapai 0,388. “Ini menandakan bahwa kesenjangan pendapatan masyarakat Sulut relatif lebih kecil dan terkendali,” kata Gubernur.
Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga terus menurun meski masih sedikit di atas angka nasional. TPT Sulut berada di angka 6,03 persen, sementara nasional 4,76 persen. Gubernur menjelaskan bahwa peningkatan investasi dan pergerakan ekonomi daerah diharapkan dapat menekan angka pengangguran lebih lanjut.
Lebih lanjut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut juga mencatat tren positif. “IPM kita mencapai 75,68, berada di atas rata-rata nasional yang 74,20. Ini menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat kita terus membaik,” ujar Gubernur optimistis.
Menurutnya, capaian-capaian ini merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Sulut yang berkelanjutan, merata, dan inklusif.
(in)
