Katabrita – Isu pemerataan sumber daya manusia (SDM) kembali mencuat dalam rapat lanjutan pembahasan KUA–PPAS antara Banggar DPRD Sulut dan manajemen Bank SulutGo (BSG). Anggota DPRD Dhea Lumenta menyoroti masih banyaknya karyawan lama BSG yang belum mendapatkan kesempatan rotasi, promosi, maupun pengembangan kompetensi.
Menurutnya, kondisi ini dapat berdampak pada dinamika organisasi dan semangat kerja pegawai, terutama di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan dan digitalisasi yang semakin cepat.
“Banyak karyawan lama yang statis di posisi yang sama dalam waktu sangat lama. Pemerataan SDM harus menjadi perhatian serius agar tidak terjadi stagnasi dan agar kesempatan berkembang dirasakan merata,” tegas Dhea.
Ia menambahkan bahwa pemerataan SDM tidak hanya soal promosi, tetapi juga pelatihan, penyegaran penempatan, hingga pola karier yang lebih transparan. Pemanfaatan SDM yang merata juga dianggap penting untuk mendukung program ekspansi berkualitas BSG pada 2026.
Manajemen BSG merespon bahwa kebutuhan pemerataan SDM sudah masuk dalam agenda perbaikan internal. Direktur Utama Revino Pepah menjelaskan bahwa penguatan tata kelola yang menjadi prioritas strategi 2026 juga mencakup evaluasi pola karier pegawai.
“Tata kelola SDM adalah bagian dari pembenahan internal yang kami lakukan. Evaluasi posisi dan pengembangan pegawai akan terus kami sesuaikan dengan kebutuhan organisasi,” ujar Revino.
Komisaris Utama BSG menambahkan bahwa dewan komisaris turut mengawasi aspek pembinaan pegawai dan memastikan tidak ada praktik yang merugikan karyawan.
“Kami memastikan seluruh proses terkait SDM berjalan sesuai aturan. Rotasi dan promosi akan diarahkan agar organisasi tetap sehat dan budaya kerja tetap terjaga,” ujarnya.
Isu pemerataan pegawai ini menjadi bagian dari sejumlah catatan DPRD untuk mendorong BSG menjadi bank daerah yang sehat, transparan, dan berpihak pada peningkatan pelayanan publik.
(*/in)







