Rapat Pansus LKPJ Bersama BSG, Louis Schramm Pertanyakan Anggaran ‘Mami’ yang Besar

Legislatif749 Dilihat

Katabrita – Louis Schramm mempertanyakan nilai Makan Minum (Mami) Bank Sulut Gorontalo yang ada di Jakarta memakan anggaran yang begitu besar.

Hal itu ditanyakan Schramm yang juga adalah anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ ( Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Gubernur Tahun 2024, pada saat rapat bersama BSG

Menurut Louis Carl Schramm, anggaran Mami ini nilainya sangatlah fantastis.

“Tolong dijelaskan terkait MaMi di Jakarta sehingga bisa mencapai nilai yang sangat besar,” tanya Louis kepada jajaran Direksi BSG.

Menanggapi itu, Direktur Utama BSG, Revino M Pepah mengatakan isu MaMi tidak seperti itu.

Pepah bilang Ini menyangkut tata kelola.

Kata dia tata kelola itu yang harus diperbaiki. “misalnya dari Pemerintah Gorontalo, atau nasabah bertugas ke Jakarta. Itu akan dilayani oleh Cabang BSG di Jakarta, ” terangnya.

“Misalnya seperti sewa kendaraan. Siapa yang nyewa, merek apa yang akan digunakan, sebetulnya itu dibebankan ke cabang yang bersangkutan. Di Jakarta itu, hanya melakukan penanganan (handle) dan itu akan dikembalikan ke cabang bersangkutan,” tambah Pepah.

Pepah bilang, seolah – olah dia ada dana 45 miliar, padahal itu akan dikreditnotakan ke cabang masing-masing. “Jadi, persoalan MAMI tidak seperti itu,” ucapnya.

“Kami harus akui ada tata kelola yang perlu diperbaiki. Sebelumnya menimbulkan permasalahan, saat diaudit tata kelolanya belum terpenuhi dengan baik, sehingga tugas kami memperbaiki tata kelola yang ada. Sama halnya audit BPK (Badan Pemeriksa keuangan) di Pemprov (Pemerintahan Provinsi). Saat melakukan pelayanan kepada nasabah atau kepada tamu, ternyata ada hal yang tidak komplit dan sebagainya. Dan bagi kami, tata kelolanya yang perlu diperbaiki,” terangnya.

Setelah mendengar penjelasan dari Dirut utama BSG itu, langsung ditanggapi oleh Ketua Fraksi Gerindra Sulut.

“Saya setuju dengan apa yang Bapak Jelaskan, tapi angkanya 14 Miliar sekian, itu sangat menakjubkan. Itu yang beredar sekarang ini,” katanya.

“Untuk itu, saya meminta ke depan terkait efesiensi yang ada, sebaiknya dilakukan tata kelola yang lebih baik dan transparan,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulut itu.

Secara bersamaan pun dijawab Dirut Revino. “Setuju, ini yang akan menjadi pekerjaan rumah kami, yaitu untuk melakukan tata kelola dengan lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

 

(*/in)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *