Katabrita – Menjelang Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Sulawesi Utara menghadirkan program Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025. Program tersebut secara resmi dikick off di Halaman GPDI Pusat Sam Ratulangi Manado, Minggu (14/12) 2025.
Peluncuran SERUNAI 2025 diawali dengan sambutan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, yang disampaikan dalam ibadah sesi keempat di GPDI Pusat Sam Ratulangi Manado. Usai pelaksanaan ibadah tersebut, BI kemudian menggelar kick off SERUNAI 2025 dengan membuka layanan penukaran uang layak edar bagi jemaat dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Joko menyampaikan bahwa meskipun digitalisasi sistem pembayaran terus didorong, kebutuhan uang tunai di masyarakat masih cukup tinggi, khususnya menjelang momentum perayaan keagamaan seperti Natal.
“Perayaan Natal merupakan momentum yang sarat nilai untuk berbagi kasih. Menjelang Natal, banyak kegiatan masyarakat yang membutuhkan uang tunai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BI menyadari bahwa pada momen perayaan keagamaan, permintaan terhadap uang layak edar cenderung meningkat. Oleh karena itu, BI tetap memastikan ketersediaan uang kartal di tengah upaya mendorong transaksi non-tunai melalui QRIS dan layanan digital lainnya.
“Kami memang mendorong digitalisasi pembayaran, namun kebutuhan akan uang tunai masih tetap diperlukan oleh masyarakat. Karena itu, mulai hari ini hingga minggu depan, BI menyelenggarakan program SERUNAI,” jelas Joko.
Joko menegaskan bahwa tujuan utama SERUNAI adalah menyediakan uang tunai yang layak edar bagi masyarakat. Pada pelaksanaan tahun 2025, SERUNAI bekerja sama dengan 10 gereja serta enam mitra strategis di Kota Manado dan Kota Kotamobagu yang secara bergiliran menjadi lokasi penukaran uang.
Ia juga mengungkapkan adanya inovasi dalam pelaksanaan SERUNAI 2025, di mana layanan penukaran uang tidak harus menggunakan uang tunai, melainkan dapat dilakukan melalui QRIS.
Untuk memenuhi kebutuhan uang kartal selama periode Natal dan Tahun Baru, BI Sulawesi Utara memperkirakan kebutuhan mencapai Rp14–15 miliar. Penukaran uang dibatasi maksimal Rp5 juta per orang.
“Kami menyediakan uang kartal sekitar Rp14–15 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru, dengan batas maksimal penukaran Rp5 juta per orang,” katanya.
Sementara itu, Gembala Sidang GPDI Pusat Sam Ratulangi Manado, Yvone Awuy Lantu, menyambut baik pelaksanaan SERUNAI 2025 di lingkungan gereja.
“Hari ini kami bersyukur karena Bank Indonesia menghadirkan layanan penukaran uang. Kami menyambut kegiatan ini dengan penuh sukacita,” ujarnya.
Ia berharap, uang baru yang diperoleh melalui program SERUNAI dapat dimanfaatkan untuk berbagi kasih, khususnya dalam mendukung pelayanan dan kegiatan gereja.
Program SERUNAI 2025 akan berlangsung hingga 23 Desember 2025. Penukaran uang dibatasi maksimal Rp5 juta per orang dengan rincian paket penukaran sebagai berikut: nominal Rp2.000.000 ditukar dengan 20 lembar pecahan Rp100.000; nominal Rp1.250.000 ditukar dengan 25 lembar pecahan Rp50.000; nominal Rp1.000.000 ditukar dengan 50 lembar pecahan Rp20.000; nominal Rp500.000 ditukar dengan 50 lembar pecahan Rp10.000; serta nominal Rp250.000 ditukar dengan 50 lembar pecahan Rp5.000.
(*/in)
