Dispar Manado Support Kegiatan Kolaborasi Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan

MANADO – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Manado mensupport penuh pelaksanaan kegiatan Kolaborasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan Gastronomi  Skema Okupasi Waiter and  Demi Chief  yang diikuti oleh 50 peserta dan dilaksanakan di Ruang Tolu Pemkot Manado, Jumat (13/06/25).

Esther Mamangkey Kadis Pariwisata Kota Manado saat menyematkan tanda peserta uji kompetensi (foto: denny)

Kegiatan ini adalah kolaborasi dari Dinas Pariwisata Kota Manado, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bunaken Indonesia, IHGMA, BNSP, Wonderfull Indonesia dan Kementerian Pariwisata.

(Foto: denny/katabrita)

“Puji Tuhan kegiatan ini sudah terlaksana dengan baik. Kami dari Pemkot Manado dalam hal ini Dinas Pariwisata sangat senang dan bersyukur menyambut baik kegiatan ini. Karena dengan adanya efisiensi atau keterbatasan belum tentu kalau tidak kolaborasi bisa dilaksanakan. Dan lebih berbangga lagi pesertanya berasal dari Kota Manado,” ujar Kepala Dinas Kota Manado Esther Mamangkey, SE MM usai menghadiri kegiatan tersebut.

(Foto: denny/katabrita)

Mamangkey menegaskan sertifikasi ini sangat penting untuk mencari pekerjaan dimanapun tempatnya pasti sertifikasi itu sangat dibutuhkan. Jadi berbanggalah bisa ada ditempat ini untuk bisa mengikuti uji kompetensi.

(Foto: denny/katabrita)

“Ikutilah uji kompetensi ini dengan baik dan sepenuh hati sehingga bisa mendapatkan sertifikat uji kompetensi  karena saat ini dalam pekerjaan apapun selalu yang ditanya sertifikat kompetensi. Berharap akan semakin baik kinerja dari para SDM baik pengetahuannya ataupun attitude nya yang akan diuji kompetensinya okeh para assesir hari ini,” tandasnya.

(Foto: denny/katabrita)

Perlu diketahui, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di dua kota yaitu Jakarta dan Manado dan dibuka oleh bapak Faisal sebagai Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kementrian Pariwisata melalui zoom.

(Foto: denny/katabrita)

Faisal dalam sambutannya mengatakan bersyukur, Kementerian Pariwisata masih sangat peduli dengan peningkatan SDM khususnya dibidang pariwisata.

(Foto: denny/katabrita)

Lagi kata Faisal, unsur sertifikasi sendiri dalam kompetensi ada tiga yaitu Knowledge atau ilmu pengetahuan atau teori, kemudian keahlian atau attitude  atau sikap kerja.

“Berharap dengan adanya kegiatan ini menjadikan insan barista yang berkompeten,” ucap Faisal.

(Foto: denny/katabrita)

Sementara itu, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bunaken Indonesia Prof. Dr. Bet El Silisna Lagarense MM.Tour dalam sambutannya menyampaikan terima-kasih kepada pihak Kemenpar RI dalam hal ini bidang Pengembangan SDM Industri yang sudah mempercayakan LSP Bunaken Indonesia menggelar uji kompetensi ini.

Lagi kata Prof Lagarense menginformasikan pada dibuka kesempatan untuk mendaftar untuk 50 peserta ini dengan sangat cepat kuotanya penuh.

“Jadi itu artinya masih banyak sekali SDM Pariwisata di Sulut yang belum terverifikasi, karena kalau kita melihat ke belakang historisnya terakhir sertifikasi kompetensi di Sulut dimana ada Likupang sebagai destinasi pariwisata super prioritas terakhirnya di tahun 2020. Karena di tahun 2022 kami LSP Bunaken Indonesia ditugaskan untuk sertifikasi di Wakatobi sebagai destinasi pariwisata prioritas kemudian di 2023 di destinasi pariwisata prioritas Bromo, Tengger, Semeru kemudian Jogjakarta Prambanan dan Borobudur. Jadi intinya Sulut sudah lama tidak mengadakan sertifikasi,” pungkasnya.

Nampak hadir Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kota Manado, Abdiel Bajen, Para Assesor Serta para peserta. Hadir melalui zoom di Jakarta Direktur Pariwisata Insan Kreatif, Direktur LSP Tirta Nirwana. (nny)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Kata Brita di saluran WHATSAPP